Ketua Pusdiklat Buddhis Bodhidharma: Kekerasan di Rohingya Bukanlah Ajaran Buddha
Ketua Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Pusat Biksu Vidya Sasana (kanan) saat bertemu wartawan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Ketua Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Pusat Biksu Vidya Sasana mengatakan apa yang dilakukan oleh militer dan Pemerintah Myanmar dengan melakukan kekerasan terhadap etnis Rohingya bukanlah ajaran dari agama Buddha. Agama Buddha selalu mengajarkan cinta kasih.
"Agama Buddha dasarnya dia punya ajaran basically yaitu cinta kasih. Dengan adanya kekejaman, tragedi pembasmian seperti di Myanmar kami (umat Buddha) akan kecam habis," kata Vidya di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Raya Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/9).
Lebih lanjut, menurut Vidya, semestinya saat ini seluruh belahan di dunia menuju kedamaian, bukan konflik atau pertikaian.
"Maka dari itu, kita berharap agar masing-masing individu dapat menjaga akhlaknya demi kedamaian dunia," tutur Vidya.
Ia juga mengaku bangga akan proses toleransi yang saat ini ada di Indonesia. Saat ini Myanmar harus bisa mengambil pelajaran dari Indonesia agar terus bisa menjaga persatuan dan toleransi.
"Saat ini, Myanmar butuh contoh dan butuh support dari kita bangsa Indonesia. Dari dulu kita bisa tunjukkan (kedamaian)," ungkapnya.
Vidya juga meminta kepada Myanmar untuk belajar dari Indonesia terkait rasa kemanusiaan dan saling menyayangi satu sama lain.
"Kepada Myanmar, kita bisa ajari nilai-nilai kemanusiaan," tutupnya. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ancaman Kerusakan Candi Borobudur Bayangi Aksi Bela Rohingya
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka
Siti Hartati Murdaya Terima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Global Buddhism dari RMUTK, Punya Kontribusi Besar dalam Kerukunan Antarumat dan Kemanusiaan
Mengenal Tradisi Pindapata, Momen Berbagi Jelang Perayaan Waisak
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
Arti Ribuan Keramik Relief Buddha di Pagoda Sata-Sahasra Tanjungpinang
Begini Tradisi Vajrayana Ketika Waisak di Borobudur
Prosesi Waisak 2568 BE 2024 sebagai Bentuk Peneguhan Batin Jalankan Ajaran Buddha
Spriritualitas Buddha Ajarkan Cara Menanggulangi Kegundahan
Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak jadi Momentum Rajut Kerukunan Pasca Pemilu 2024