Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ketua DPD Minta Daerah Lain Tiru DKI Jakarta soal Penanganan Kasus COVID-19

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 25 Juli 2021
Ketua DPD Minta Daerah Lain Tiru DKI Jakarta soal Penanganan Kasus COVID-19

Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menyatakan DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur telah melewati puncak kasus COVID-19. Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, meminta agar keberhasilan tersebut dijadikan contoh bagi daerah lain.

Berdasarkan data pemerintah, terjadi tren penurunan indeks komposit yang signifikan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sebagian besar wilayah itu disebut telah melewati puncak kasus dan mulai mengarah pada penurunan.

Baca Juga

Kasus COVID-19 Indonesia Bertambah 45.416, Lebih Baik di Rumah Saja

“Penanganan kasus Corona di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, perlu diapresiasi karena mampu menurunkan kasus COVID-19. Daerah lain harus mengikuti kemajuan tiga daerah tersebut, khususnya Jawa Barat yang kasus aktifnya tercatat masih tinggi. Masih ada 128 ribu lebih kasus aktif COVID di Jabar,” ujar La Nyalla di sela-sela kegiatan reses di Jember, Sabtu (24/7).

Pemerintah juga mengatakan terjadi tren penurunan kasus COVID-19 secara nasional sejak PPKM Darurat diberlakukan awal Juli lalu. LaNyalla meminta kepada seluruh daerah yang menerapkan PPKM untuk tetap mempertahankan penurunan mobilitas dan aktivitas warganya untuk mendorong penurunan kasus COVID-19.

“Penurunan kasus sangat penting dilakukan, apalagi kasus positif Covid di Indonesia saat ini sudah menembus angka 3 juta, di mana penambahan 1 juta kasus terjadi hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak awal pandemi Maret 2020,” ujarnya.

Angka kasus COVID-19 di Indonesia menyentuh angka 3 juta pada 22 Juli 2021. Kasus Corona Indonesia berada di angka 2 juta kasus per 21 Juni 2021.

Total kasus Corona di Indonesia pada Jumat (23/7) mencapai 3.082.410 kasus. Pasien sembuh dari COVID mencapai 2.431.911, dengan total pasien Corona yang meninggal dunia berjumlah 80.598 orang.

“Meski ada tren penurunan, angka kematian akibat COVID di Indonesia untuk saat ini masih relatif tinggi sehingga harus diwaspadai. Kemarin kasus kematian kembali menjadi rekor tertinggi dengan jumlah 1.566 pasien meninggal dalam sehari sehingga totalnya menjadi 80.598 orang meninggal dunia karena Corona,” katanya.

La Nyalla Mataliti. (MP/Budi Lentera)
La Nyalla Mataliti. (MP/Budi Lentera)

Dari data pemerintah, diketahui angka orang meninggal yang sudah divaksin sangat rendah. Oleh karenanya, LaNyalla mendorong agar masyarakat sesegara mungkin melakukan vaksinasi.

“Memang betul walaupun sudah divaksin, kita masih tetap bisa terjangkit vaksin COVID. Tapi vaksin memberi perlindungan sehingga gejala atau dampak yang ditimbulkan virus COVID-19 kepada penderita tidak berat,” tutur senator Jawa Timur itu.

La Nyalla pun menyoroti menurunnya jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau COVID-19 karena hanya tersisa dua kabupaten/kota saja. Dua wilayah yang saat ini berada dalam kategori zona hijau adalah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, dan Kanupaten Dogiyai, Papua.

“Minimnya jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Covid merupakan salah satu dampak dari lonjakan kasus Corona. Lonjakan kasus juga menyebabkan peningkatan jumlah kabupaten/kota yang berada pada zona merah, yakni sebanyak 180 daerah. Ini merupakan angka tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia,” ucap La Nyalla.

Untuk itu, kepala daerah diminta terus melakukan evaluasi penanganan pandemi COVID-19 di wilayahnya masing-masing. LaNyalla juga mengimbau pemda, khususnya di Jawa dan Bali, terus melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Tapi gunakan cara-cara persuasi kepada masyarakat. Saya juga mendorong penerapan sanksi pidana menjadi alternatif terakhir terhadap para pelanggar protokol kesehatan, dan daerah kami minta berpacu pada cara-cara yang tegas tapi terukur,” imbau mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

LaNyalla pun meminta pemerintah menjadikan imbauan WHO terbaru sebagai bahan evaluasi. WHO menyatakan saat ini Indonesia sedang menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, sehingga disarankan agar pembatasan yang ketat diberlakukan.

“Pemerintah perlu memperhatikan data-data yang disampaikan WHO sehingga sebelum pengetatan dikendorkan, ada langkah-langkah antisipasi yang dilakukan untuk menekan laju penularan Covid di Indonesia,” tegas La Nyalla.

Dalam Situation Report-64 yang dirilis oleh WHO pada Rabu (22/7), ada 32 provinsi di Indonesia mengalami lonjakan jumlah kasus. 17 provinsi diantaranya mengalami peningkatan hingga 50 persen. WHO juga menyatakan tes positif proporsinya lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi. (Pon)

Baca Juga

Donasi Tabung Oksigen sebagai Jembatan Kebaikan Tanggulangi COVID-19

#COVID-19 #Kasus Covid #La Nyalla Mattalitti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan