Ketimbang Koruptor, Yasonna Seharusnya Fokus Bebaskan Pengguna Narkoba

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2020
Ketimbang Koruptor, Yasonna Seharusnya Fokus Bebaskan Pengguna Narkoba

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (MP/Venansius Fortunatus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mendukung langkah Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly membebaskan narapidana untuk mencegah penularan virus corona atau COVID-19 di dalam lembaga permasyarakatan (lapas) yang over kapasitas.

Namun, ICJR, menilai pembebasan ini seharusnya diprioritaskan untuk narapidana kasus narkoba yang mendominasi hunian lapas dan rutan di Indonesia, ketimbang narapidana kasus korupsi.

Baca Juga:

KPK Singgung Menteri Yasonna Jadikan Pandemi COVID-19 Alasan Bebaskan Koruptor

"Yang diprioritaskan itu bukan yang korupsi, tapi yang kerentanan tinggi terhadap corona, dan yang berpengaruh terhadap masyarakat. Seharusnya yang diprioritaskan adalah pengguna dan pecandu narkotika," kata Peneliti ICJR Erasmus Napitupulu, Minggu (5/4) kemarin.

Menurut Erasmus pengguna dan pecandu narkoba seharusnya direhabilitasi dan bukan dijebloskan ke dalam penjara. Ia menyebut, akibat pemidanaan ini, jumlah narapidana narkoba mendominasi lapas dan rutan yang mengakibatkan over kapasitas.

Berdasarkan catatan ICJR, dari 260 ribu penghuni lapas, sebanyak 130 ribu di antaranya merupakan narapidana narkoba. Dari jumlah itu, sebanyak 44 ribu merupakan pengguna dan pecandu narkoba.

"Ada 44 ribu pengguna narkotika di dalam lapas. yang akan dikeluarkan proyeksinya cuma 15 ribu," jelas dia.

Menteri Yasonna bantah ingin bebaskan koruptor dengan alasan pandemi corona
Menkumham Yasonna Laoly di Istana Negara, Jakarta. (Humas/Rahmat/setkab.go.id)

Erasmus menjelaskan pemidanaan pengguna dan pecandu narkoba berkontribusi besar terhadap over kapasitas lapas. Para narapidana ini kerap menghuni sel tahanan yang berukuran sekitar 3x4 meter bersama 20 warga binaan lain.

Dengan kondisi tersebut, kata Erasmus, mereka rentan terinfeksi virus corona. Apalagi, lanjut dia, fasilitas kesehatan lapas dinilai tidak mampu menanggulangi virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

Baca Juga:

WP KPK Nilai Usul Yasona Bebaskan Koruptor Bahayakan Pemberantasan Korupsi

"Physical distancing tidak kena. Sekali saja masuk langsung menyebar. Mampu ga? Jawabnya nggak. Bisul dan kurap ga bisa tangani apalagi Covid-19. Mereka bisa saja menjadi carrier dan kita akan menghitung kantong mayat," bebernya.

Untuk itu, Erasmus menyarankan napi kasus korupsi tidak seharusnya turut dibebaskan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hal ini lantaran koruptor menempati sel yang lebih luas di Lapas Sukamiskin, Bandung. (Pon)

#Yasonna Laoly #Koruptor #Institute For Criminal Justice Reform (ICJR)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
Setelah Usulan Luhut Soal Korupsi Hanya Penyuapan, Yusril Beri Sinyal Revisi UU Tipikor
Pemerintah berencana merumuskan kembali Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Setelah Usulan Luhut Soal Korupsi Hanya Penyuapan, Yusril Beri Sinyal Revisi UU Tipikor
Indonesia
Indonesia Deportasi Buronan Terduga Korupsi Asal Thailand
Pengungkapan keberadaan PV berawal dari permintaan NACC Thailand kepada KPK untuk memverifikasi informasi mengenai keberadaan buronan tersebut di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Deportasi Buronan Terduga Korupsi Asal Thailand
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Dunia
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Di China hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru yang dilakukan selama masa percobaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Indonesia
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH)
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Indonesia
Sahroni Lebih Setuju Perampasan Aset Ketimbang Hukuman Mati Koruptor
DPR menilai hukuman mati tidak mengembalikan aset korupsi. Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni menegaskan RUU Perampasan Aset lebih mendesak untuk memulihkan kerugian negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Sahroni Lebih Setuju Perampasan Aset Ketimbang Hukuman Mati Koruptor
Indonesia
Plt Bupati Sukoharjo dan 4 ASN Diperiksa KPK di Mapolresta Surakarta
Terkait kehadirannya bersama sejumlah ASN Pemkab Sukoharjo, Eko mengatakan dirinya tidak mengetahui siapa saja yang turut dipanggil KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Plt Bupati Sukoharjo dan 4 ASN Diperiksa KPK di Mapolresta Surakarta
Indonesia
Kejagung Lelang Apartemen Terpidana Korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro Rp 219 Miliar
Benny Tjokrosaputro merupakan terpidana perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) periode 2008–2018.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Kejagung Lelang Apartemen Terpidana Korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro Rp 219 Miliar
Indonesia
Bupati Kuansing Diduga Memalak 914 Petani Untuk Dapat 1.800 Hektare Kawasan Hutan
Selain dugaan suap, KPK juga menduga Suhardiman menerima gratifikasi terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas. Dalam kasus ini, Menteri Kehutanan Raja Juli terseret.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Bupati Kuansing Diduga Memalak 914 Petani Untuk Dapat 1.800 Hektare Kawasan Hutan
Bagikan