Ketika Robot Artificial Intelligence Jadi Peran Utama dalam Film

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 29 Juni 2020
Ketika Robot Artificial Intelligence Jadi Peran Utama dalam Film

Robot dengan teknologi AI akan menjadi peran utama dalam film (Foto: odditycentral)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ROBOT umumnya tak memiliki sifat-sifat khusus seperti manusia, seperti marah, sedih, bahagia dan sebagainya. Karena itu banyak pekerjaan manusia yang tak dapat digantikan oleh Robot, tak terkecuali dalam menjadi seorang aktor.

Namu belum lama ini di Hollywood, robot akan diperkuat teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk berperan sebagai aktor/aktris dalam film fiksi ilmiah.

Baca Juga:

Ilmuwan Korea Selatan Kembangkan Robot untuk Tes Swab Corona

Seperti yang dilansir dari laman Ubergizmo, film yang berjudul b akan diproduksi oleh Bondit Capital Media dan Ten Ten Media Global.

Film dengan robot AI sebagai peran utama memakan biaya sekitar Rp1 triliun (Foto: dok. life production inc)

Menariknya, Film tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana yang cukup fantastis, yaitu sebesar USD 70 juta, atau sekitar Rp1 triliun.

Kendati bukan pertama kalinya robot bermain pada sebuah film, tapi film b akan menjadi film robot pertama yang dibenamkan teknologi AI untuk dijadikan pemeran utama.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 Tewas Usai Keluarga Cabut Ventilator untuk Menyalakan AC

Robot dengan teknologi AI itu bernama Erica. Robot tersebut diciptakan oleh ilmuwan asal Jepang, Hiroshi Ishiguro dan Kohei Ogawa. Mereka berdua mengajarkan robot bagaimana harus bertindak, dengan menerapkan prinsip metode akting pada AI robot tersebut.

"Pada metode akting lain, aktor melibatkan pengalaman hidup mereka sendiri dalam perannya, namun Erica tak punya pengalaman hidup. Dia diciptakan dari awal untuk memainkan peran," ucap Sam Khoze, salah satu pembuat film.

Banyak pecinta film yang tak sabar menanti seberapa keren akting dari Robot AI 'Erica' (Foto: odditycentral)

Lebih lanjut Sam menambahkan, pihaknya harus mensimulasikan gerakan dan emosi lewat sesi satu lawan satu. Seperti mengendalikan kecepatan gerakan, berbicara melalui perasaannya, serta melatih pengembangan karakter dan bahasa tubuh.

Kisah film itu mengisahkan tentang seorang ilmuwan yang sudah menemukan bahaya program yang dia ciptakan, untuk menyempurnakan DNA manusia, seraya membantu perempuan AI yang dia ciptakan untuk melarikan diri.

Kabarnya film tersebut membuat para pecinta film tak sabar untuk melihatnya. Dari mulai total pembuatan film tersebut dan seberapa meyakinkan akting Erica dalam film tersebut.

Sejumlah bagian dari film itu rupanya telah direkam pada tahun 2019. Sementara sisanya akan direkam di Eropa pada bulan Juni 2021 mendatang. (Ryn)

Baca Juga:

Twitter Awasi Ketat Tweet Tentang 5G dan COVID-19, Ini Alasannya

#Robot #Artificial Intelligence
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia serta menambah pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Lifestyle
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Pippit menawarkan cara mengubah gambar menjadi video yang menghibur. Platform ini menyediakan gerakan hingga efek grafis.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Lifestyle
Maskapai Jepang Gunakan Robot untuk Operasional
Robot sebenarnya sudah digunakan di beberapa bandara di Jepang, termasuk untuk patroli keamanan dan layanan ritel.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
 Maskapai Jepang Gunakan Robot untuk Operasional
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: China Kirimkan Robot untuk Bantu Iran Perang Darat Lawan Israel dan Amerika Serikat
Unggahan berisi informasi China mengirim robot untuk bantu Iran perang melawan Israel-AS. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: China Kirimkan Robot untuk Bantu Iran Perang Darat Lawan Israel dan Amerika Serikat
Indonesia
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Indonesia
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
KAI percepat transformasi digital dengan 5G dan AI. Hadirkan internet cepat di kereta dan stasiun pintar untuk tingkatkan layanan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Indonesia
Penggunaan ChatGPT di Indonesia Masuk 5 Besar, DPR Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI
DPR menyoroti Indonesia yang masuk 5 besar pengguna ChatGPT untuk pendidikan. Ingatkan bahaya ketergantungan AI terhadap literasi dan daya pikir generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Penggunaan ChatGPT di Indonesia Masuk 5 Besar, DPR Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI
Bagikan