MerahPutih.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan merosot akibat ketegangan di Timur Tengah yang memicu aksi safe haven.
Pada awal perdagangan Rabu, rupiah dibuka turun 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 15.210 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 15.206 per dolar AS.
"Sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif, indeks saham AS dan Eropa ditutup turun. Serangan Iran ke Israel menaikkan ketegangan di Timur Tengah, memicu aksi safe haven," kata Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (2/10).
Pada pembukaan perdagangan, indeks pasar Asia sebagian bergerak menguat dan nilai tukarnya juga menguat terhadap dolar AS. Hal itu mungkin bisa menahan rupiah tidak terlalu melemah.
Baca juga:
"Pasar mungkin melihat kalau Iran tidak akan mendapat dukungan internasional bila terjun dalam perang," ujarnya.
Nilai tukar rupiah di pasar spot lanjut melemah hingga akhir perdagangan Rabu (2/10), rupiah spot ditutup di level Rp 15.268 per dolar AS.
Ini membuat rupiah melemah 0,41% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp 15.206 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.