Kesan Semringah Pasangan Tertua Saat Jalani Nikah Massal
Pasangan Mardianto-Watinah, peserta nikah massal tertua mengaku senang dengan kegiatan nikah massal yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta (MP/Asropih)
MerahPutih.Com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar nikah massal di daerah Park and Ride Thamrin 10, Jakarta Pusat guna menyemarakan perayaan malam tahun baru 2018-2019.
Pada nikah massal tahun ini Pemprov DKI tidak hanya menyasar pada pasangan baru menikah, melainkan juga mereka yang telah menikah namun masih berstatus siri.
Nikah massal ini juga diperuntukan bagi pasangan yang sudah menikah di bawah tangan atau nikah tanpa melalui prosedur hukum. Artinya mereka telah menikah secara agama namun tidak tercatat di dokumen kependudukan (itsbat).
Tak mau ketinggalan, Mardianto (76) ikut memeriahkan acara tersebut. Mardianto sendiri adalah pengantin tertua yang hadir. Sementara mempelai wanitanya bernama Watinah berumur 65 tahun.
Mardianto mengaku senang Pemprov DKI menggelar kembali acara nikah massal. Apalagi acara kawinan ini tidak dipungut biaya.
"Alhamdulillah kita dapat nikah gratis," kata Mardi di Lapangan Parkir Thamrin 10, Jakarta Pusat, Senin (31/12).
Mardi mengungkapkan, tahu ada acara nikah massal sekitar sebulan yang lalu dari kelurahan. Dirinya mengaku mengikuti acara ini lantaran beberapa faktor mulai dari aji mumpung hingga faktor keuangan. Terkait persiapan, Mardi tidak begitu ambil pusing, dia mengaku teman-temannya yang mempersiapkan.
"Udah pasti senang ya gimana sih orang gratis, masa gak seneng," akunya.
Sementara itu, mempelai wanita Watinah mengaku sibuk dalam mempersiapkan acara nikah massal. Ia pun sudah melakukan dandan sejak pukul 16.00 WIB.
Baik Mardi ataupun Watinah mengaku sudah menikah beberapa kali. Mardi dan Watinah mengaku, sama-sama sudah menikah dua kali.
"Waktu itu kita udah nikah, tapi udah meninggal. Jadi kalau nikah siri bagi saya gak ada. Ini istri ketiga, dua istri udah meninggal. Ibu Watinah juga sama udah tiga kali. Jadi sama-sama suaminya juga udah meninggal keduanya," ungkapnya.(Asp)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: BNPB: Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target