Kepolisian Ungkap Pengiriman Pemuda Indonesia untuk Berperang ke Suriah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 05 Januari 2021
Kepolisian Ungkap Pengiriman Pemuda Indonesia untuk Berperang ke Suriah

Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus teroris di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aksi jaringan teroris di tanah air rupanya makin menjadi-jadi. Selain melakukan ancaman di dalam negeri, mereka juga mengirimkan pemuda Indonesia untuk melakukan aksi kejahatan di luar negeri.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan bahwa gembong teroris Para Wijayanto telah memberangkatkan tujuh angkatan kader muda Jamaah Islamiyah ke Suriah sejak 2013 hingga 2018.

Para Wijayanto yang memiliki nama lain Abang alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arief alias Ahmad Fauzi Utomo diketahui menjadi amir (pimpinan tertinggi) terlama yang memimpin organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) sejak tahun 2008 hingga 2019.

Baca Juga:

Jamaah Islamiyah Rogoh Kocek Rp300 Juta untuk Berangkatkan Anggota ke Suriah

Semasa kepemimpinan Para Wijayanto, JI ingin mempunyai kontribusi dan bergabung dengan organisasi teroris yang berada di Timur Tengah.

"Untuk itu seluruh anggota JI yang diberangkatkan ke Timur Tengah memiliki bekal keahlian bela diri," tutur Argo kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Selasa (5/1).

Kemudian Para menunjuk Karso alias Joko Priyono sebagai pelatih bela diri dan militer di Sasana Bela Diri Ungaran, Jawa Tengah, dengan harapan keahlian dari pelatihan anggota JI ini mampu sejajar dengan atlet hingga pasukan khusus.

Argo menyebut bahwa seleksi perekrutan kader muda JI tersebut dilakukan dengan ketat dan yang masuk sasana diprioritaskan lulusan terbaik dari pondok pesantren. Ini karena mereka sudah memiliki kemampuan bahasa Arab.

Selain itu, mereka juga tidak mudah emosional, fisik yang baik, dan sehat jasmani.

Kader muda JI yang dikirim ke Suriah berjumlah 10 hingga 12 orang per angkatan sehingga dari 2013 hingga 2018, jumlah keseluruhan yang berangkat ada sekitar 96 orang.

Para kader muda ini memiliki berbagai kemampuan, seperti bela diri, kemampuan teknologi informasi, kemampuan medis, bahasa dan manajemen untuk mengurusi logistik, pergeseran anggota, transportasi dan mengurus penginapan.

"Sehingga sudah sangat tertata," kata Argo.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus teroris di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus teroris di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kemudian setiap kader muda JI yang diberangkatkan ke Suriah sudah dibekali surat wasiat dan dipegang oleh amir.

Ketika nanti yang ia mati di Suriah, maka akan ditunjukkan kepada keluarganya.

"Ada dari pihak pengurus JI akan memberikan santunan kepada keluarganya," katanya.

Dana operasional yang dikeluarkan JI untuk memberangkatkan tiap angkatan kader muda JI ke Suriah sebesar Rp300 juta.

Dana ini dihimpun dari para anggota JI di seluruh Indonesia yang berjumlah 6.000 anggota aktif. Ribuan anggota ini menyumbang minimal Rp100 ribu per bulan untuk JI.

Menurut Argo, sejumlah anggota JI muda yang berasal dari Indonesia dikabarkan juga menjadi pelatih di Suriah.

Baca Juga:

Pesawat Tempur Israel Serang Militer Suriah dan Pasukan Al Quds Iran

Mereka diketahui melatih kader-kader organisasi teroris dari negara lain.

"Dia juga melatih negara-negara lain yang berlatih di sana, seperti ada fraksi jihad ISIS, Jabhah Nushrah, Free Syria Army, akhor masyarakat asli syuriah, dan tahlir ahsam," ujar Argo.

Di sisi lain, anggota JI Indonesia yang berada di Suriah juga diketahui terjun langsung untuk berperang di perbatasan. Beberapa di antaranya tewas di medan perang tersebut.

Selama di Suriah, anggota JI ikut berperang dan menjaga di perbatasan dan juga belajar pelatihan militer seperti belajar membuat bom, belajar kendaraan tank, dan belajar menggunakan senjata berat.

Argo memastikan, Densus bakal memburu jaringan teroris ini yang tersisa. (Knu)

Baca Juga:

Masih Ada WNI Terprovokasi Gerakan ISIS dan Libatkan Diri dalam Konflik Irak dan Suriah

#Jaringan Teroris #Jamaah Islamiyah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
Astaga! Isi Rumah Siswa Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Bikin Merinding, Ada Serbuk yang Diduga Jadi 'Kunci' Balas Dendam Perundungan
Uji Lab Puslabfor akan memastikan serbuk tersebut, sementara motif bullying santer jadi dugaan penyebab aksi ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 November 2025
Astaga! Isi Rumah Siswa Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Bikin Merinding, Ada Serbuk yang Diduga Jadi 'Kunci' Balas Dendam Perundungan
Indonesia
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Yusril menyebut pemerintah tidak menetapkan target waktu penyelesaian, karena hal ini tidak termasuk prioritas yang harus segera dirampungkan.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Oktober 2025
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Indonesia
Politik Nasional Kisruh, Mantan Anggota Kelompok Jamaah Islamiyah Ngaku Malah makin Pro-NKRI, Rasakan ‘Sentuhan’ Kebaikan
Cinta tanah air merupakan bagian dari ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.
Dwi Astarini - Minggu, 31 Agustus 2025
Politik Nasional Kisruh, Mantan Anggota Kelompok Jamaah Islamiyah Ngaku Malah makin Pro-NKRI, Rasakan ‘Sentuhan’ Kebaikan
Indonesia
ASN Kemenag Jadi Tersangka NII, Wamenag Minta Densus 88 Tidak Gegabah Beri Label Teroris
Densus 88 saat ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan keras (hard approach) dan pendekatan lunak (soft approach)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Agustus 2025
ASN Kemenag Jadi Tersangka NII, Wamenag Minta Densus 88 Tidak Gegabah Beri Label Teroris
Indonesia
Kapolri Ajak Eks Jamaah Islamiyah Wujudkan Indonesia Emas 2045
Hampir 45 kali melaksanakan kegiatan pertemuan ini bersama eks JI
Angga Yudha Pratama - Minggu, 22 Desember 2024
Kapolri Ajak Eks Jamaah Islamiyah Wujudkan Indonesia Emas 2045
Indonesia
Menkum Minta Eks Anggota Jamaah Islamiyah Patuhi Peraturan Hukum yang Berlaku
Pemerintah Indonesia menantikan kontribusi positif mereka
Angga Yudha Pratama - Minggu, 22 Desember 2024
Menkum Minta Eks Anggota Jamaah Islamiyah Patuhi Peraturan Hukum yang Berlaku
Indonesia
Densus 88 Ciduk Sempalan Al Qaeda di Gorontalo
Setelah tahun 2016, YLK berupaya menghilangkan jejak dengan mengganti identitas-nya hingga ditangkap pada Agustus 2024
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 September 2024
Densus 88 Ciduk Sempalan Al Qaeda di Gorontalo
Indonesia
Jamaah Islamiyah Kembali ke Pangkuan NKRI, Kemenag: Mereka Khilaf
Mereka juga menegaskan kesiapannya untuk terlibat aktif mengisi kemerdekaan sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 06 Juli 2024
Jamaah Islamiyah Kembali ke Pangkuan NKRI, Kemenag: Mereka Khilaf
Indonesia
Jamaah Islamiyah Bubar, Pengamat Apresiasi Peran Densus 88
Peneliti dan penulis isu-isu radikalisme-terorisme Khoirul Anam mengapresiasi Densus 88 Anti Teror yang menyadarkan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI)
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juli 2024
Jamaah Islamiyah Bubar, Pengamat Apresiasi Peran Densus 88
Bagikan