MerahPutih.Com - Anggota Komisi II DPR RI TB Ace Hasan Syadzily menilai kemunculan hoax atau berita palsu tak terlepas dari kepentingan politik kelompok tertentu untuk menggiring opini masyarakat agar sesuai dengan tujuannya.
"Ini membuat masyarakat mengalami suatu perubahan yang relatif dahsyat," kata Ace dalam diskusi bertajuk ' Bisnis dan Politik Hoax?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).
Menurut Politisi Golkar itu, maraknya hoax mulai terjadi pada saat Pemilihan Presiden 2014. Selain itu, faktor lain yang mendorong munculnya hoax yakni perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap akses media dan teknologi informasi.
Ace juga menyesalkan ketidakakuratan informasi yang disampaikan media massa. Terlebih, saat ini media massa kerap mengambil sumber berita dari media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
"Yang repot itu (ketika) media konvensional ambil (sumber berita) di medsos tanpa lakukan cek dan ricek," ungkapnya.
Baru-baru ini juga terjadi penyebaran berita palsu tentang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Politikus senior Golkar itu dikabarkan jatuh sakit dan diboyong ke Singapura.
Keriuhan pun terjadi, di mana kolega JK dan masyarakat Indonesia menjadi heboh. Namun, belakangan isu itu dibantah oleh JK. Ia menyampaikan bahwa dirinya sehat-sehat saja.
Terkait kasus hoax Wapres JK, Ace menegaskan informasi tersebut palsu alias hoax. Ia memastikan bahwa seniornya di partai Golkar itu dalam kondisi sehat.
"Pak JK sehat," tutup Ace.(Pon)