Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - 1 jam, 28 menit lalu
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan

Ilustrasi media sosial. (Foto: Pexels/Magnus Mueller)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia belum sepenuhnya mampu menekan aktivitas mereka di platform digital.

Data terbaru menunjukkan penggunaan TikTok, Instagram, dan Snapchat kembali meningkat setelah sempat turun ketika aturan mulai diterapkan.

Baca juga:

Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok

Australia memberlakukan aturan yang melarang anak berusia di bawah 16 tahun menggunakan sejumlah platform media sosial pada Desember lalu.

Aturan Paling Ketat di Dunia

Kebijakan tersebut menjadi salah satu yang paling ketat di dunia dan kemudian turut menjadi perhatian negara seperti Inggris dan Prancis.

Data dari aplikasi kontrol orang tua Qustodio menunjukkan aktivitas media sosial anak-anak Australia memang mengalami penurunan pada awal penerapan aturan. Namun, tren tersebut tidak bertahan lama.

Penggunaan sejumlah platform kini kembali meningkat, bahkan mendekati level sebelum larangan diberlakukan.

Baca juga:

Brasil Denda TikTok Rp500 Miliar, Soroti Keamanan Anak di Platform Digital

Kembali Mendekati Level Sebelum Larangan

Kenaikan aktivitas terlihat pada kelompok anak usia 10-12 tahun dan 13-15 tahun, terutama di TikTok, Instagram, dan Snapchat.

Untuk TikTok, sekitar 25,9 persen anak berusia 13-15 tahun masih menggunakan aplikasi tersebut. Angka itu hanya sedikit lebih rendah dibandingkan sebelum larangan diberlakukan.

Sementara pada kelompok usia 10-12 tahun, tingkat penggunaan TikTok hanya terpaut 0,06 poin persentase dari angka sebelum pembatasan.

Baca juga:

Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook

Pakar Keamanan Online Global Qustodio, Yasmin London, mengatakan terdapat sejumlah kemungkinan yang membuat anak tetap bisa mengakses platform yang dibatasi.

Mereka mungkin mengakses platform ini dengan VPN, atau menyamarkan usia mereka,

ujar London dikutip dari AFP.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat menunjukkan bahwa mekanisme pembatasan belum sepenuhnya efektif.

Namun, sebenarnya bisa jadi sesederhana mereka mengakses aplikasi ini karena pembatasannya tidak efektif,

lanjutnya.

Efektivitas Dipertanyakan

Pemerintah Australia sebelumnya mengatakan kebijakan tersebut dirancang untuk melindungi anak-anak dari risiko perundungan daring serta dampak algoritma yang dianggap berpotensi membahayakan pengguna muda.

Namun, efektivitas aturan tersebut masih menjadi perdebatan.

Sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti berbasis Australia dan diterbitkan pada Juni menemukan sedikit bukti bahwa remaja benar-benar meninggalkan media sosial akibat penerapan larangan tersebut.

#Media Sosial #Pembatasan Media Sosial #Australia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - 1 jam, 28 menit lalu
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Dunia
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
ShowBiz
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Dunia
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Fun
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Dunia
18 Negara Forum Kepulauan Pasifik Berkumpul di Fiji, Bahas Perubahan Iklim
Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Kepulauan Pasifik (PIF) ke-55 dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus hingga 4 September di Koror, Republik Palau.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
18 Negara Forum Kepulauan Pasifik Berkumpul di Fiji, Bahas Perubahan Iklim
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Kualitas panggilan video ditingkatkan melalui fitur QuickHD yang memungkinkan video berkualitas tinggi ditampilkan sejak awal panggilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Bagikan