Kenali Penyebab Kemandulan Bagi Pria Maupun Perempuan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 28 September 2021
Kenali Penyebab Kemandulan Bagi Pria Maupun Perempuan

Penyebab kemandulan bagi pria dan perempuan. (Foto: unsplash/Eric Ward)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN yang belum memperoleh kehamilan hingga batas waktu yang ditentukan yakni satu tahun, dapat dikategorikan sebagai infertilitas. Kondisi ini terbagi menjadi dua, yakni infertilitas primer, yakni kondisi perempuan yang didiagnosis tidak dapat hamil, dan infertilitas sekunder, kondisi perempuan sudah pernah berhasil hamil dimasa lalu.

Melansir dari laman Healthline, kondisi infertilitas ternyata tidak hanya dapat terjadi pada perempuan. Karena, pria dan perempuan sama-sama berpotensi mengalami masalah kesuburan ini.

Baca juga:

Laptop Bikin Pria Mandul?

Ada beberapa penyebab kemandulan pada perempuan. yakni bertambahnya usia, mengonsumsi rokok berlebihan, alkoholik, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas secara signifikan, dan penyakit menular seperti infeksi seksual (IMS).

Kecanduan merokok menjadi salah satu faktor pemicu kemandulan. (Foto: unsplash/Andres Siimon)
Kecanduan merokok menjadi salah satu faktor pemicu kemandulan. (Foto: unsplash/Andres Siimon)

Bukan hanya itu, masalah medis juga bisa menjadi salah satu penyebab kemandulan. Kondisi medis ini seperti gangguan ovulasi yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik atau hormon tidak stabil, pengidap radang panggul, endometriosis, fibroid rahim dan kegagalan ovarium prematur. Bekas luka dari operasi sebelumnya juga bisa menjadi penyebabnya.

Baca juga:

Hati-Hati Hal Ini Berbahaya bagi Organ Reproduksi

Namun, kamu tidak perlu khawatir. Kamu masih bisa mengobati dengan beberapa cara yang telah dianjurkan oleh ahlinya. Biasanya seseorang yang memiliki permasalah ini akan diminta untuk melakukan kemoterapi atau terapi radiasi, mengonsumsi obat anti inflamasi non steroid, mengonsumsi obat antipsikotik, dan obat-obat rekreasional seperti mariyuana dan kokain.

Selain merokok, pecandu miras pun juga menyebabkan kemandulan. (Foto: unsplash/Daniel Smyth)
Selain merokok, pecandu miras pun juga menyebabkan kemandulan. (Foto: unsplash/Daniel Smyth)

Sementara faktor yang menyebabkan pria mengalami kemandulan tidak jauh berbeda dengan perempuan. Namun secara umum, infertilitas pada pria dapat terlihat melalui beberapa ciri-ciri ini, seperti produksi sperma yang efektif, jumlah sperma, bentuk sperma, dan pergerakan sperma itu sendiri.

Untuk kondisi pria yang mengalami kemandulan, akan mengalami beberapa kondisi medis ini. Misalnya, ejakulasi mundur, pembengkakan pada pembuluh darah di sekitar kemaluan. Lalu mereka juga memiliki antibodi yang dapat menyerang dan menghancurkan sperma, serta memiliki hormon yang tidak seimbang. (Cil)

Baca juga:

Rambut 'Bawah' Lebih Baik Dibiarkan Atau Dipangkas?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan