Kesehatan

Depresi? Jangan Main-Main!

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 12 Juni 2018
Depresi? Jangan Main-Main!

Perhatikan gejala-gejala depresi yang terjadi. (Foto: Pixabay/duy_ittn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DEPRESI berisiko menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti jantung dan juga demensia. Pada umumnya, jenis-jenis depresi ini sulit dibedakan.

Biasanya gejala yang muncul adalah perubahan suasana hati yang berkepanjangan. Pengidap biasanya tidak mengerti yang terjadi, namun lingkungan dapat membantunya. Segera konsultasikan dengan pakar kesehatan jiwa..

Seperti yang dilansir dari Journal Health Harvard, menurut Dr. Nancy Donovan, psikiater, di Harvad Medical School, gejala depresi dapat terjadi pada orang-orang karena beberapa alasan.

Berikut adalah empat jenis depresi yang paling umum ada dalam masyarakat.

1. Depresi Mayor

(Foto: Pixabay/anemone321)

Jenis depresi yang satu ini bisa dikatakan depresi berat. Kamu akan merasakan suasana hati yang kelam. Kamu juga kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Bahkan kamu tidak berminat untuk melakukan sesuatu yang membuatmu bahagia.

Selain itu, kamu kesulitan berisitrahat atau tidur. Kemudian perubahan nafsu makan yang akan memperngaruhi berat badanmu. Kamu kehilangan tenaga dan merasa tak berharga. Celakanya pikiran bunuh diri selalu menghinggapi pengidapnya.

Depresi ini biasanya diobati dengan psikoterapi serta obat-obatan antidepresan dan terapi elektrokonvulsif.


2. Depresi Persisten

(Foto: Pixabay/free-photos)

Depresi persisten atau Dysthymia, merupakan jenis depresi yang mengacu kepada suasana hati. Depresi ini bukan depresi berat.

Keseharian orang yang membawa depresi ini tampak normal. Hanya saja mereka biasanya merasa rendah diri atau gembira sepanjang waktu. Sementara itu gejala depresi ini termasuk nafsu makan, perubahan tidur, tak berenergi dan lemah, rendah diri atau munculnya rasa putus asa.


3. Bipolar

(Foto: Pixabay/anemone123)

Bipolar atau yang dikenal sebagai manik-depresif, memiliki letupan-letupan yang tak terduga. Biasanya pengidap memiliki energi berlebihan atau aktivitas yang luar biasa tinggi. Gejalanya memang berbeda dengan gangguan depresi lainnya. Bipolar cenderung memiliki gagasan yang muluk, harga diri tinggi, tidak realistis, tidak butuh tidur, selalu berpikir dan akitivitas yang tinggi. Sayangnya perasaan seperti itu kemudian langsung menurun dengan cepatnya. Mereka kemudian cenderung menunjukan perilaku merusak diri. Biasanya pengidapnya kerap mengambil risiko yang tidak perlu, kebutuhan seks yang meletup-letup dan boros dalam berbagai hal.

4. Afektif Musiman (SAD)

(Foto: Pixabay/mandyme27)

Gangguan afektif musiman merupakan salah satu jenis depresi yang muncul ketika hari semakin pendek di musim gugur dan musim dingin. Disini perubahan suasa hati dapat terjadi akibat perubahan dalam ritme harian alami tubuh. Mata biasanya menjadi sangat sensitif terhadap cahaya. Perubahan juga terjadi pada hormon serotonin dan melatonin. Biasanya perawatan utama dengan terapi cahaya. Pengidap biasanya diajak duduk dekat dengan sumber cahaya. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Suka Telur? Perhatikanlah Jumlah yang Kamu Konsumsi dalam Seminggu

#Depresi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan depresi yang resistan terhadap pengobatan atau treatment resistant depression atau (TRD).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Juli 2025
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Lifestyle
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Apabila depresi tidak ditangani dengan baik, dr. Adhi memperingatkan bahwa hal tersebut dapat berujung pada depresi resisten pengobatan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 Juli 2025
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Olahraga
Antony Ngaku Depresi di Manchester United, Mengurung Diri hingga Tidak Makan Berhari-hari
Antony mengaku dirinya depresi saat masih bermain di Manchester United. Ia mengatakan tak makan selama berhari-hari.
Soffi Amira - Selasa, 27 Mei 2025
Antony Ngaku Depresi di Manchester United, Mengurung Diri hingga Tidak Makan Berhari-hari
Lifestyle
Pentingnya Memahami Depresi untuk Menyelamatkan Nyawa
Stigma dan kesadaran yang rendah menghambat akses pasien terhadap pengobatan.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 September 2024
Pentingnya Memahami Depresi untuk Menyelamatkan Nyawa
Lifestyle
Faktor-Faktor Ini Bisa Picu Depresi
Terkadang banyak yang mengelak, padahal sudah mengganggu pola hidup, misalnya, jadi sulit makan, sulit tidur
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juli 2024
Faktor-Faktor Ini Bisa Picu Depresi
Fun
Konsumsi Banyak Buah Bantu Tangkal Depresi di Masa Tua
Studi baru menemukan konsumsi banyak buah bantu menangkal gejala depresi di masa tua.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juli 2024
Konsumsi Banyak Buah Bantu Tangkal Depresi di Masa Tua
Lifestyle
Penelitian: Pemilu 2024 Picu Risiko Kecemasan dan Depresi
Pemilu 2024 bisa memicu risiko kecemasan dan depresi. Hal itu dipaparkan dalam penelitian Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa.
Soffi Amira - Rabu, 28 Februari 2024
Penelitian: Pemilu 2024 Picu Risiko Kecemasan dan Depresi
Bagikan