Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif

Ilustrasi - Suasana kerja para pegawai di sebuah kantor. ANTARA/

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Data 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 154,91 juta dari 287 juta orang ada dalam angkatan kerja. Angka itu, menunjukkan bahwa kesehatan mental para pekerja merupakan isu sistem kerja dan keberlanjutan usaha.

Secara global sekitar 15 persen orang usia kerja hidup dengan gangguan mental, depresi, dan kecemasan, yang menyebabkan hilangnya 12 miliar hari kerja setiap tahun dan kerugian ekonomi sekitar 1 triliun dolar AS per tahun.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melansir, terdapat enam langkah menangani lingkungan kerja yang toksik, mulai dari mengubah budaya kerja hingga pemantauan berkala, guna pengelolaan kesehatan mental agar produktivitas perusahaan tetap terjaga.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan, di tingkat lokal, lebih dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis, peralatan yang tidak memadai, beban kerja berlebih, hingga perundungan, pelecehan, atau manajemen yang otoriter.

Konsekuensinya bukan hanya kesejahteraan individu yang runtuh, tetapi juga produktivitas, reputasi, dan keberlanjutan usaha,

ujarnya.

Baca juga:

Laufey Potret Cinta Toksik yang Sulit Dilepas di Lagu 'Madwoman', Simak Liriknya

Untuk mengatasi hal tersebut, caranya:

  1. Pimpinan harus mengakui masalah dan menunjukkan komitmen nyata untuk mengubah budaya. Tanpa kepemimpinan yang konsisten, katanya, kebijakan hanya menjadi formalitas.
  2. Perusahaan perlu menetapkan kebijakan anti-pelecehan dan anti-bullying yang jelas, lengkap dengan mekanisme pelaporan yang aman, perlindungan bagi pelapor, dan prosedur investigasi yang transparan.
  3. Perbaikan struktural seperti penataan ulang beban kerja, kejelasan peran, dan penyediaan sumber daya yang memadai mengurangi pemicu utama stress.
  4. Pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi manajer dan peer supporter untuk mengenali tanda-tanda perilaku toksik dan menerapkan intervensi restoratif membantu memulihkan hubungan kerja.
  5. Dukungan langsung bagi korban seperti melalui akses ke konseling profesional, cuti pemulihan, dan rencana reintegrasi, dapat mengurangi dampak jangka panjang.
  6. Monitoring berkala melalui survei iklim kerja, indikator pengaduan, dan transparansi tindak lanjut memastikan perubahan bersifat nyata dan berkelanjutan.

Lingkungan kerja toksik berkembang perlahan. Dari komentar sinis yang dibiarkan, target yang tidak realistis, hingga pola manajemen yang menghukum kesalahan tanpa pembelajaran,

katanya.

#Lingkungan Kerja #Stres #Depresi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Mayoritas Kawasan Industri di Indonesia Dalam Kategori Merah Proper, Tidak Patuh Dikenai Sanksi
Peringkat terendah dalam PROPER adalah hitam yang merupakan penilaian diberikan kepada perusahaan yang gagal mematuhi aturan lingkungan hidup dan menimbulkan pencemaran lingkungan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 September 2025
Mayoritas Kawasan Industri di Indonesia Dalam Kategori Merah Proper, Tidak Patuh Dikenai Sanksi
Indonesia
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan depresi yang resistan terhadap pengobatan atau treatment resistant depression atau (TRD).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Juli 2025
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Lifestyle
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Apabila depresi tidak ditangani dengan baik, dr. Adhi memperingatkan bahwa hal tersebut dapat berujung pada depresi resisten pengobatan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 Juli 2025
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Olahraga
Antony Ngaku Depresi di Manchester United, Mengurung Diri hingga Tidak Makan Berhari-hari
Antony mengaku dirinya depresi saat masih bermain di Manchester United. Ia mengatakan tak makan selama berhari-hari.
Soffi Amira - Selasa, 27 Mei 2025
Antony Ngaku Depresi di Manchester United, Mengurung Diri hingga Tidak Makan Berhari-hari
Indonesia
RIdwan Kamil Tawarkan Cara Khusus Tangani Stres Warga Jakarta
Inisiatif mobil curhat telah berjalan sejak 20 Oktober 2024
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 November 2024
RIdwan Kamil Tawarkan Cara Khusus Tangani Stres Warga Jakarta
Fun
Pilihan Self Healing Versi Hemat Hilangkan Stres
Pilihan Self Healing Versi Hemat Hilangkan Stres
Wisnu Cipto - Kamis, 07 November 2024
Pilihan Self Healing Versi Hemat Hilangkan Stres
Lifestyle
Alami Panic Attack, Lakukan 6 Alternatif Pertolongan Pertama untuk Atasinya
Panic attack adalah episode ketakutan hebat yang tiba-tiba, memicu reaksi fisik yang parah saat tidak ada bahaya nyata atau penyebab yang jelas.
Mula Akmal - Minggu, 06 Oktober 2024
Alami Panic Attack, Lakukan 6 Alternatif Pertolongan Pertama untuk Atasinya
Bagikan