Pilihan Self Healing Versi Hemat Hilangkan Stres

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 07 November 2024
Pilihan Self Healing Versi Hemat Hilangkan Stres

Self healing jadi jawaban untuk kamu yang stres. (foto: unsplash/jair)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Ketika kamu mulai merasa stres akan kerjaan, mungkin healing bisa menjadi jawaban. Namun, terkadang healing membutuhkan biaya yang cukup besar. Tenang saja, self healinh bisa jadi jawaban permasalahan ini.

Dikutip dari Alodokter, self healing atau penyembuhan diri adalah proses untuk merawat, mengembalikan, dan memperkuat kondisi fisik, mental, dan emosional seseorang setelah menghadapi stres, kecemasan, atau trauma. Ini adalah langkah penting dalam mengembalikan keseimbangan dalam hidup dan mencapai kedamaian batin. Saat dunia luar sering kali penuh dengan tekanan, kita bisa memanfaatkan waktu di rumah untuk melakukan kegiatan yang membantu proses penyembuhan diri.

Baca juga:

Healing Time buat Anak Otomotif

Berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk self healing di rumah:

1. Meditasi dan Relaksasi

Meditasi adalah salah satu cara terbaik untuk menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Dengan meditasi, kita bisa membebaskan diri dari kekhawatiran yang membebani pikiran dan kembali ke keadaan yang lebih tenang. Meditasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari teknik pernapasan, visualisasi, atau mindfulness.

2. Menulis Jurnal atau Ekspresi Diri

Menulis jurnal adalah cara yang sangat efektif untuk memproses perasaan dan emosi. Terkadang, hanya dengan menuliskan apa yang kita rasakan, kita dapat merasa lebih ringan dan lebih jelas. Tidak ada aturan baku dalam menulis jurnal, yang penting adalah kejujuran dalam menuangkan perasaan.

Baca juga:

Healing, Alasan Gen Z dan Millenials Liburan

3. Berjalan Kaki atau Berolahraga Ringan

Aktivitas fisik dapat membantu melepaskan endorfin, hormon yang bertanggung jawab untuk meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Berjalan kaki di sekitar rumah atau taman, atau bahkan melakukan yoga, bisa menjadi cara yang efektif untuk menyembuhkan diri secara fisik dan emosional.

4. Membaca Buku atau Mendengarkan Musik

Membaca buku atau mendengarkan musik adalah cara lain yang bisa membantu kita melarikan diri sejenak dari rutinitas dan masalah yang ada. Buku dapat memberikan wawasan baru, sedangkan musik bisa membawa kita ke suasana hati yang lebih baik.

5. Merawat Diri dengan Perawatan Tubuh

Merawat tubuh tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga memberi dampak besar pada kesejahteraan emosional. Aktivitas seperti mandi air hangat, masker wajah, atau perawatan tubuh lainnya bisa membantu Anda merasa lebih baik dan lebih rileks. (Far)

#Kesehatan Mental #Stres #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan