Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Picu Inflasi Pangan, DPR Minta Evaluasi

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Picu Inflasi Pangan, DPR Minta Evaluasi

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera mengevaluasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi terhadap rantai pasok pangan nasional.

Ia memperingatkan bahwa kenaikan harga BBM di tengah periode Ramadan 2026 berpotensi besar memicu lonjakan biaya logistik yang akan semakin membebani harga pangan di pasar.

Berdasarkan pantauan di pekan kedua Maret 2026, harga sejumlah komoditas pangan pokok masih bertahan tinggi.

Syafruddin menilai, kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi tekanan baru yang dapat memperparah kondisi ekonomi rumah tangga jika tidak segera dimitigasi oleh pemerintah.

Baca juga:

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPR Desak Perbaikan Jalan dan Penambahan Armada

“Kami meminta Kementerian ESDM segera melakukan evaluasi mendalam terhadap dampak kenaikan harga BBM non-subsidi ini, khususnya pada sektor logistik dan distribusi pangan. Jangan sampai kenaikan ini menjadi beban tambahan bagi rakyat yang saat ini sedang menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan,” ujar Syafruddin di Jakarta, Kamis (12/3).

Legislator ini menekankan bahwa sektor distribusi pangan sangat sensitif terhadap perubahan harga energi. Kenaikan biaya transportasi dipastikan akan langsung ditransmisikan ke harga jual di tingkat konsumen, yang pada akhirnya dapat mendorong tekanan inflasi yang lebih luas.

“Pemerintah harus menyiapkan langkah mitigasi yang konkret. Jika biaya distribusi membengkak, maka harga pangan akan semakin mahal dan sulit dijangkau. Kementerian ESDM bersama pemangku kepentingan terkait harus memastikan bahwa kebijakan energi tidak justru menjadi pemicu inflasi yang tidak terkendali,” tegasnya.

Syafruddin meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan energi di jalur-jalur distribusi pangan tetap aman dan terjangkau.

Baca juga:

DPR Buka Suara soal Isu Stok BBM Hanya Cukup 20 Hari, Begini Faktanya

Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas kementerian guna memberikan insentif atau kebijakan khusus bagi armada pengangkut logistik pangan untuk menjaga stabilitas harga.

“Kenaikan harga BBM di saat konsumsi masyarakat meningkat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri adalah isu sensitif. Negara harus hadir untuk menjamin agar rantai distribusi tetap berjalan efisien tanpa harus mengorbankan daya beli masyarakat,” tambahnya.

Komisi XII DPR, lanjut Syafrudin, akan terus memantau pergerakan harga energi dan dampaknya terhadap sektor riil.

Ia berharap, Kementerian ESDM dapat segera memaparkan langkah mitigasi risiko inflasi dalam rapat kerja mendatang guna memberikan kepastian bagi masyarakat.

“Mitigasi harus dilakukan sejak dini sebelum dampak inflasinya meluas ke berbagai sektor lainnya. Keamanan energi dan keterjangkauan harga pangan adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan,” pungkasnya. (Pon)

#BBM #BBM Subsidi #DPR RI #Kementerian ESDM #Harga Pangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Bisnis SPBU di Indonesia Diambilalih SEFAS Group, Shall Hanya Pertahankan Bisnis Pelumas
SEFAS Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Bisnis SPBU di Indonesia Diambilalih SEFAS Group, Shall Hanya Pertahankan Bisnis Pelumas
Indonesia
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Tabrakan truk tronton vs truk ringan patah as di depan DPR/MPR picu kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto arah Slipi. Cekkronologi resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Indonesia
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Perubahan pola konsumsi itu turut menjadi perhatian Pertamina dalam mengoptimalkan penyaluran BBM
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Indonesia
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Pengelolaannya juga perlu diperhatikan agar nilai ekonominya tidak menyusut dan potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Indonesia
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Pembahasan regulasi tersebut harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional, terutama dalam memperbaiki penegakan hukum di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Indonesia
E20 Diyakini Kurangi Impor Bensin, Tiap Tahun Impor 22 Juta Kiloliter
Penerapan kebijakan bahan bakar harus tetap memperhatikan hasil pengujian dan kesesuaian dengan kendaraan yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
E20 Diyakini Kurangi Impor Bensin,  Tiap Tahun Impor 22 Juta Kiloliter
Indonesia
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
ASCOPE juga membahas bagaimana negara-negara ASEAN dapat memastikan trading atau jual beli minyak mentah di kawasan dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
Indonesia
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memajukan jadwal rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk menyerap masukan dari masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Bagikan