Kemenkes-WHO Masih Diskusikan Status Vaksinasi COVID-19 di Masa Endemi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 01 Juni 2022
Kemenkes-WHO Masih Diskusikan Status Vaksinasi COVID-19 di Masa Endemi

Rapat dengar pendapat Kemenkes dengan Komisi IX, Jakarta, Selasa (31/5/2022) (ANTARA/Prisca Triferna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Vaksinasi merupakan bagian penting di masa pandemi COVID-19. Begitu juga saat nanti beralih ke endemi, vaksinasi tetap dilakukan untuk meningkatkan imun tubuh terhadap penyakit tersebut.

Plt Direktur Pengelolaan Imunisasi pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prima Yosephine mengatakan, status vaksinasi COVID-19 saat masuk dalam fase endemi masih didiskusikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang belum mengeluarkan rekomendasi terkait hal itu.

"Terkait bagaimana status vaksinasi pada saat sudah masuk kita ke dalam fase endemi, apakah masuk menjadi vaksin rutin atau seperti apa, memang sampai saat ini kita masih berdiskusi tentang hal ini," kata Prima dalam rapat dengar pendapat dengan Panja Komisi IX DPR RI, Jakarta, Selasa (31/5).

Baca Juga:

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 340, Meninggal Dunia 5 Orang

Dia mengatakan bahwa hal itu perlu disampaikan kepada Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sebagai komite penasihat ahli tentang imunisasi.

Selain itu, dia menyebut juga bahwa WHO sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataan atau rekomendasi terkait vaksinasi COVID-19, ketika sudah keluar dari status pandemi.

"Jadi masih belum bisa kami pastikan apakah ini akan menjadi vaksinasi rutin atau menjadi vaksinasi pilihan," tuturnya, seperti dikutip Antara.

Prima memberi contoh vaksinasi pilihan, seperti vaksinasi influeza yang diberikan setiap tahun, tapi tidak masuk menjadi program vaksin yang wajib diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga:

Pemerintah Akan Memusnahkan Vaksin COVID-19 yang Kedaluwarsa

Terkait penetapan vaksinasi tersebut memerlukan studi atau kajian yang menilai kadar imunitas setelah diberikan vaksinasi primer lengkap disertai penguat satu dosis.

Dalam kesempatan itu dia mengatakan bahwa laju vaksinasi COVID-19 memperlihatkan tren penurunan, dengan laju suntikan rata-rata selama tujuh hari terakhir berkisar sekitar 217.000 suntikan per hari.

Turunnya laju vaksinasi itu berimplikasi dengan masa edar atau shelf life dari vaksin COVID-19.

"Sudah tentu jika hal ini tidak bisa kita tingkatkan tentu akan berimplikasi beberapa vaksin kita, yang memang kita tahu vaksin COVID-19 ini masa shelf life-nya tidak panjang, sehingga memang pasti akan ada vaksin-vaksin yang menyentuh sampai ke masa akhir shelf life sehingga tidak bisa dipakai," katanya. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat Virus COVID-19 Ditangkap

#Kemenkes #Endemi #Vaksinasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Video dan Foto Menkes Dinarasikan Sesak Nafas Akibat Kahutla, Ini Kata Kemenkes
Menkes pada saat itu hanya ingin memberikan informasi dan edukasi dengan menunjukkan fasilitas rumah oksigen dan memastikan layanan oksigen bisa diberikan ke masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Video dan Foto Menkes Dinarasikan Sesak Nafas Akibat Kahutla, Ini Kata Kemenkes
Indonesia
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Kemenkes mengungkapkan ada 7 provinsi serta 63 kabupaten dan kota terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Bagikan