MerahPutih.com-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan kembali membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020 mendatang. Namun, sebelum itu diterapkan Pemkot Solo, Jawa Tengah akan lebih dulu menyiapkan infrastruktur new normal disektor pendidikan.
Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, mengungkapkan Pemkot Solo tengah menyiapkan regulasi dengan kemungkinan dapat menerapkan new normal di sektor pendidikan pada Juli 2020. Pada bulan Juli tersebut merupakan titik awal pendidikan baru tahun ajaran 2020/2021 dimulai.
Baca Juga
13 Juli Sekolah di DKI Dibuka, Berikut Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021
"Sektor pendidikan paling terdampak pandemi COVID-19. Siswa diharuskan belajar di rumah via daring selama hampir tiga bulan. Kita akan tata ulang lagi pada tahun ajaran baru," kata Ahyani, Kamis (28/5).
Pemkot Solo, kata dia, meliburkan sekolah dan merubah pembalajaran dari tatap muka dengan daring dengan tujuan agar anak tidak terpapar COVID-19, tetapi yang terjadi anak ada yang positif dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kasus ini akan jadi perhatian khusus dan evaluasi saat new normal pendidikan diterapkan di Solo.
"Pemkot Solo akan menggodok pedoman-pedoman baru. New normal juga akan dibarengi dengan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat)," kata dia.
Menurutnya, penerapan new normal nantinya harus disertai tindakan tegas atau sanksi. Selama ini, kata dia, protokol kesehatan masih sebatas imbauan. Aturan tegas itu bisa diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).
"Biasa saja sanksi pelanggaran kita suruh menyapu. Sanksi lebih bersifat sosial bukan ranah pidana," tutup dia.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengatakan new normal di sektor pendidikan bisa dimulai jika status KLB dicabut. Ia mengaku saat ini telah menyiapkan infrastruktur dan regulasi untuk kesiapan new normal di sekolah.
Baca Juga
"Kalau kita terapkan jaga jarak dalam sekolah ruang guru dan ruang kelas siswa tidak cukup. Bisa saja nanti kita berlakukan 30 persen siswa belajar di rumah dan 70 persen belajar di sekolah," kata Rudy. (*)
Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.