Kemenag Buka Kesempatan bagi Generasi Muda Belajar Ilmu Hisab
Ilustrasi penentuan hilal awal Ramadan. (Foto: Pexels/Lucas Pezeta)
MERAHPUTIH.COM - GENERASI muda punya kesempatan untuk mendalami bidang astronomi Islam. Kementerian Agama membuka pelatihan dan pendalaman ilmu hisab rukyat atau bidang astronomi Islam yang akan berlangsung pada Senin, 24 Februari 2025 di Kantor Kemenag, Jakarta.
"Kami mengundang anak-anak muda untuk mendalami ilmu falak, khususnya dalam metode hisab rukyat. Kuota peserta terbatas hanya untuk 100 orang," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat di Jakarta, seperti dilansir ANTARA, Jumat (21/2).
Program yang dinamai Catch The Moon diperuntukkan bagi remaja masjid, penyuluh agama Islam, mahasiswa atau pelajar, pemuda-pemudi ormas Islam, serta pegiat astronomi dan ilmu falak. Arsad mengatakan mereka yang mengikuti program ini ialah peserta berusia maksimal 35 tahun serta memiliki akun Instagram atau TikTok aktif dengan minimal 2.500 pengikut.
Selain itu, peserta juga diwajibkan berdomisili di wilayah Jabodetabek, bersedia membuat serta mengunggah konten terkait dengan hisab rukyat di media sosial, serta mengikuti akun Instagram @bimasislam dan @urusanislam.
Baca juga:
Kemenag Cari Dukungan DPR Terkait Tambahan Anggaran Biaya Penyelenggaraan Haji
"Peserta yang terpilih mendapat berbagai keuntungan, seperti uang saku dan biaya transportasi, sertifikat elektronik, serta pelatihan langsung dari para pakar hisab rukyat. Selain itu, mereka juga berkesempatan membangun jaringan dengan para influencer dan pegiat ilmu falak lainnya," kata Arsad.
Program Catch The Moon dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Februari 2025, di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pendaftaran dilakukan melalui laman https://s.id/catch_themoon2025.
Arsad menyebut program ini merupakan bagian dari upaya Kemenag dalam membangun generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu falak. "Hisab rukyat merupakan ilmu penting dalam penentuan kalender Islam, terutama dalam menetapkan awal bulan Hijriah. Kami berharap program ini dapat melahirkan kader-kader yang kompeten di bidang ini," katanya.
Mereka yang terpilih diharapkan dapat berkontribusi dalam menyebarluaskan ilmu falak kepada masyarakat luas melalui media sosial dan kegiatan edukatif lainnya.
"Jangan lewatkan kesempatan ini dan sebarkan informasi ini kepada teman-teman yang memiliki minat di bidang ilmu falak dan astronomi Islam," kata Arsad.(*)
Baca juga:
Nisfu Syaban 2025: Tanggal, Keutamaan, dan Jadwal Menurut NU, Muhammadiyah, dan Kemenag
Bagikan
Berita Terkait
Kemenag Harap Perpres Ditjen Pesantren Terbit Sebelum 2026, Siap-Siap Pendidikan Santri Naik Kelas
Tragedi Masjid Sibolga: Kemenag Murka Rumah Ibadah Diubah Jadi Arena Kekerasan, Program Inklusif Terancam Gagal Gara-Gara Aksi Para Pelaku
DMI Kecam Peristiwa Tragis Pemuda Musafir Dikeroyok dan Meninggal Saat Mau Istirahat di Masjid
Umrah Mandiri Dibolehkan, DPR Minta Pemerintah Terbitkan Panduan Khusus
Beasiswa dan Tunjangan Guru di Bawah Kementerian Agama Bakal Ditambah
Kemenag Tetapkan Standar Bangunan Pesantren Pasca Tragedi Al Khoziny, Prioritaskan Keamanan Santri
Abu Bakar Ba'asyir Nasihati Jokowi Supaya Kembali Mengamalkan Hukum Islam dengan Baik
Kakanwil Kemenag NTB Lempar Mikrofon, DPR Singgung Evaluasi hingga Pemberian Sanksi
KPK Ungkap 'Rayuan' Oknum Kemenag Agar Khalid Basalamah Pindah dari Haji Furoda ke Khusus
Status ASN Ditjen PHU Kemenag Hingga Tingkat Kab/Kota Bakal Pindah Ke Kementerian Haji