Tragedi Masjid Sibolga: Kemenag Murka Rumah Ibadah Diubah Jadi Arena Kekerasan, Program Inklusif Terancam Gagal Gara-Gara Aksi Para Pelaku
Rekaman CCTV seorang musafir di Sibolga mengalami kekerasan yang berujung meninggal dunia (Media sosial)
Merahputih.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan duka mendalam sekaligus mengecam keras aksi kekerasan yang berujung pada tewasnya seorang pemuda musafir di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Kemenag menilai tindakan keji tersebut telah mengotori kesucian rumah ibadah.
“Menyatakan secara bersama-sama mengutuk tindakan kekerasan, apalagi ini di tempat ibadah, yang akan mengotori kesucian tempat ibadah,” tegas Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat di Jakarta, Rabu (5/11).
Baca juga:
DMI Kecam Peristiwa Tragis Pemuda Musafir Dikeroyok dan Meninggal Saat Mau Istirahat di Masjid
Arsad menekankan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan, terlebih jika terjadi di rumah ibadah yang seharusnya menjadi tempat berserah diri kepada Tuhan. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak dan memproses kasus ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
“Meminta kepada pihak-pihak, terutama aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku tentunya,” ujar Arsad.
Kampanye Masjid Ramah dan Inklusif Kemenag
Arsad menjelaskan, Kemenag gencar mengampanyekan konsep Masjid Ramah yang bertujuan menjadikan masjid sebagai ruang inklusif bagi semua kalangan. Konsep ini telah diimplementasikan dalam berbagai program.
Sebagai contoh, saat momen Lebaran lalu, Kemenag meluncurkan program Masjid Ramah Musafir atau Pemudik. Lebih dari 1.500 masjid di seluruh Indonesia berpartisipasi dengan membuka pintu bagi pemudik untuk beristirahat selama perjalanan mereka. Ini adalah wujud nyata upaya menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah bagi siapa pun.
Kemenag terus mendorong masjid-masjid di Tanah Air agar ramah terhadap musafir, lansia, disabilitas, anak-anak, dan perbedaan.
Arsad mengungkapkan bahwa program serupa akan kembali digelar menjelang Natal dan Tahun Baru mendatang, sebagai bagian dari mewujudkan masjid yang benar-benar inklusif.
Baca juga:
“Insya Allah pada Natal dan Tahun Baru nanti, kami kembali menghadirkan program Rumah Ibadah Ramah terhadap Pemudik. Ini bagian dari implementasi nyata agar tempat ibadah, khususnya masjid, benar-benar menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung program ini, Kemenag telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta para pengelola masjid di berbagai provinsi. Tujuannya adalah memastikan bahwa semangat ramah dan terbuka menjadi ciri khas masjid-masjid di Indonesia.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Geger Tukang Es Gabus Spons Ngaku Dipukul, Polda Metro Jaya Bongkar Fakta Asli Bhabinkamtibmas
Lirik Lagu “Gong Xi Gong Xi” yang Selalu Mengiringi Perayaan Imlek
Polisi Temukan Tabung Pink dan Bercak Darah di Apartemen Lula Lahfah
KPK Kembali Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 17 Februari 2026, Masjid IKN Jadi Lokasi Rukyatul Hilal
Pedagang Es Gabus Terima Bantuan TNI usai Difitnah Pakai Spons, Dapat Kulkas hingga Dispenser
Polisi Ungkap Alasan Lepas Pasutri Viral yang Pukul Pengendara Motor di Palmerah, Identitas 'Pak Joko' Perlahan Mulai Terendus
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Ramadan di Depan Mata, PU Percepat Pemulihan Air Bersih Masjid di Sumatera