Kelola Stres Kalau Tak Ingin Terkena Penyakit Autoimun

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 13 Januari 2020
Kelola Stres Kalau Tak Ingin Terkena Penyakit Autoimun

Stres (Foto: Pixabay/Geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STRES adalah sumber dari banyaknya penyakit. Salah satunya memicu munculnya penyakit autoimun. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit St. Carolus Jakarta, dr Laurentius Aswin Pramono.

"Autoimun tidak hanya dipicu genetik tetapi juga faktor lingkungan. Kalau tidak diobati seperti lupus, bisa berbahaya. Stres sangat erat kaitannya dengan penyakit autoimun," ujarnya seperti dilansir Antaranews.com, Senin (13/1).

Baca juga:

Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Latihan Kardio atau Angkat Beban?

Stres adalah sumber masalah kesehatan (Foto: Pixabay/Graehawk)
Stres adalah sumber masalah kesehatan (Foto: Pixabay/Graehawk)

Sementara di laman Healthline, disebutkan kalau autoimun dicurigai muncul karena mengonsumsi makanan tinggi lemak, tinggi gula dan olahan. Namun, hal tersebut belum terbukti kebenarannya.

Seseorang yang mengidap autoimun akan mengalami masalah di kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang tubuh. Beberapa penyakit autoimun yakni psoriasis, multiple sclerosis (MS), penyakit Grave, penyakit Addison, Sjögren’s syndrome dan Hashimoto’s thyroiditis.

Penulis lima buku terlaris di New York Times, Dr. Frank Lipman mengatakan seperti dilansir Medical Daily, stres sebenarnya baik buat seseorang. Misalnya saat kesulitan fisik ketika berpuasa dan intensitas olahraga tinggi.

Baca juga:

Perilaku Tak Terduga Ini Indikasi Gangguan Bipolar

Stres memunculkan penyakit autoimun (Foto: Pixabay/Free-Photos)
Stres memunculkan penyakit autoimun (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Sayangnya, stres akan berbalik menjadi masalah jika terlalu besar. Oleh karena itu sangat penting untuk kita menekan stres sehingga tidak berkembang menjadi depresi. Dr. Aswin menyarankan untuk mendengarkan musik atau berlibur.

Sementara, psikiater adri Asosiasi Psikiatri Indonesia wilayah DKI Jakarta, Dr. Eva Suryani menyarankan unti memahami gejala dini stres dan penyebabnya. Ddengan begitu stres bisa ditangani secara tepat.

Baca juga:

Bakar Lemak dengan Muay Thai, Nih Rekomendasi Tempat Latihan yang Kece

#Penyakit #Info Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Indonesia
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Dua jemaah calon haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kini, total calon haji yang meninggal dunia mencapai 12 orang.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Indonesia
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Kenali cara menangani paparan hantavirus sejak dini, mulai dari membersihkan area terkontaminasi hingga mengenali gejala awal yang mirip flu biasa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Dunia
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
WHO melaporkan kasus hantavirus di kapal MV Hondius. 3 penumpang tewas, satu pasien dirawat intensif. Simak penjelasan pakar soal penularan dan bahayanya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Bagikan