Kelas Menengah Diminta Belanja

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2020
Kelas Menengah Diminta Belanja

Ilustrasi belanja (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat kelas ekonomi menengah diminta untuk tidak terlalu banyak mengendapkan uangnya di bank. Para kelas menengah yang memiliki tabungan diharapkan membelanjakan uangnya ke sektor riil untuk mendorong perputaran uang di masyarakat.

“Untuk teman yang kebetulan di kalangan menengah. yang bisa akses ke gawai. ke toko-toko e-commerce, Jangan lupa spent juga lewat e-commerce supaya ada perputaran roda ekonomi, daripada itu ditabung terus tidak bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (8/10).

Saat ini, simpanan masyarakat terutama kelas menengah atas di perbankan terus melonjak, yang tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) per Agustus 2020 sebesar 11,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan Juli 2020, yakni 8,53 persen.

Baca Juga:

Berikan Bonus Karyawannya 4.116 Mobil, Perusahaan Ini jadi Sorotan Internasional

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pertumbuhan tertinggi DPK terjadi pada kelompok dana di atas Rp5 miliar, yakni 15,2 persen (yoy). Kemudian kelompok Rp500 juta hingga Rp1 miliar, 10,1 persen (yoy), dan selanjutnya kelompok simpanan Rp200 juta hingga Rp500 juta yang sebesar 9,5 persen (yoy).

Budi memahami jika konsumsi masyarakat juga terhambat karena masyarakat harus lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19.

“Motonya Satgas bahwa kesehatan pulih, ekonomi bangkit. Perlu sekali untuk menghilangkan rasa takut dan mengembalikan rasa aman, karena begitu rasa aman timbul, teman-teman kita mulai berani keluar melakukan kontak fisik sehingga roda ekonomi bisa berputar kembali secara normal," katanya.

Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) mendorong masyarakat kelas ekonomi menengah untuk tidak terlalu banyak mengendapkan uangnya di bank, namun membelanjakannya ke sektor riil untuk mendorong perputaran uang di masyarakat.

Layanan Bank
Layanan Bank. (Foto: Antara).

“Untuk teman yang kebetulan di kalangan menengah. yang bisa akses ke gawai. ke toko-toko e-commerce, Jangan lupa spent juga lewat e-commerce supaya ada perputaran roda ekonomi, daripada itu ditabung terus tidak bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakan Budi menanggapi meningkatnya simpanan masyarakat di perbankan yang tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) per Agustus 2020 sebesar 11,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan Juli 2020, yakni 8,53 persen.

Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pertumbuhan tertinggi DPK terjadi pada kelompok dana di atas Rp5 miliar, yakni 15,2 persen (yoy). Kemudian kelompok Rp500 juta hingga Rp1 miliar, 10,1 persen (yoy), dan selanjutnya kelompok simpanan Rp200 juta hingga Rp500 juta yang sebesar 9,5 persen (yoy).

Budi memahami bahwa konsumsi masyarakat juga terhambat karena masyarakat harus lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19.

Budi mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak agar dapat menurunkan tingkat penularan COVID-19. Jika wabah COVID-19 dapat dikendalikan, akan tercipta rasa aman bagi masyarakat.

"Tanpa adanya rasa aman ini, akan sulit ekonomi kita berputar secara normal kembali, apapun yang kita lakukan di bidang ekonomi,” ujar Wakil Menteri I BUMN ini.

Baca Juga:

Ketua PBNU Serukan UU Cipta Kerja Dilakukan Judicial Review

#Resesi Ekonomi #Ekonomi Indonesia #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Bagikan