Kekeringan Plus Paceklik Bikin Warga Sumba Tengah Makan Umbi Beracun

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 10 September 2017
Kekeringan Plus Paceklik Bikin Warga Sumba Tengah Makan Umbi Beracun

Dua warga Sumba Tengah sedang mencari umbi untuk makan meski beracun (Foto: MP/Naldy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Bencana kekeringan yang melanda Nusa Tenggara Timur bukan hanya membuat warga kesulitan mencari air bersih tapi juga membawa serta paceklik pangan.

Warga Sumba Tengah contohnya, selain harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer mencapai sumber air, mereka pun kekurangan bahan pangan. Persediaan makan menipis membuat warga masuk hutan mencari umbi-umbian untuk dikonsumsi.

Apesnya, diantara jenis umbi-umbian yang tumbuh di musim kering atau kemarau justru umbi beracun. Dalam kondisi kekurangan makanan warga terpaksa memakan umbi beracun.

Reporter dan dan kontributor merahputih.com untuk NTT sempat menemui warga yang masuk hutan mencari umbi-umbian.

Dua orang suami istri paru baya L‎uku Waluwanja (62) ditemani isterinya Kamis Kanjanga Reha (61)‎ dengan menggontong peralatan alakadarnya seperti kayu yang diruncing tajam, pisau dan sebuah karung menuju hutan untuk mencari ubi hutan.

Dikatakannya bahwa walau umbi beracun, namun mereka tetap mencari dan memakannya guna menahan lapar atau sekedar mengganjal perut.

"Saya dan istri mau ke hutan cari "ui" (ubi hutan,red). Soalnya jagung dan padi sudah habis di rumah. Hasil panen kami baru-baru tidak banyak, karena curah hujannya rendah," ungkap Luku Waluwanja diiyakan istrinya. ‎

‎Untuk jadi makanan atau bisa dimakan, umbi hutan ini harus diproses melalui tahapan yang panjang, pasalnya umbi ini diketahui mengandung racun berbahaya. Umbi tersebut setelah digaling, dikupas dan diiris. Kemudian di jemur dua sampai tiga hari setelah itu dibawa ke kali untuk direndam selama kurang lebih tiga hari, usai itu dijemur lagi baru bisa dikonsumsi.

‎"Saat dikupas itu tangan harus dialas dengan karet atau plastik, kalau tidak gatal dan bisa menimbulkan luka. Dan lukanya itu lama baru sembuh akibat dari racun ubi tersebut, jadi harus hati-hati," pungkasnya.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Naldy, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Ikuti berita bencana kekeringan di NTT dalam artikel: Darurat Kekeringan, Warga NTT: Sumber Air Makin Jauh

#Bencana Kekeringan #Musim Kemarau #Kekeringan #Nusa Tenggara Timur (NTT)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Indonesia
Tak Ada Warga Mengeluh Kekeringan, Pemkot Jaktim Beruntung Punya Waduk Hingga Embung
Keberadaan waduk dan embung di Jakarta Timur dangat membantu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Tak Ada Warga Mengeluh Kekeringan, Pemkot Jaktim Beruntung Punya Waduk Hingga Embung
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Pemerintah sudah menyediakan sarana untuk menambah kedalaman sumur bor. Pemilik rumah hanya perlu menyediakan lokasi serta tempat penampungan air.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Indonesia
Cisadane Mengering, Tinggi Air Turun 40 Cm dari Batas Normal
Sungai Cisadane memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Kota Tangerang sehingga kelestariannya harus dijaga bersama.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Cisadane Mengering, Tinggi Air Turun 40 Cm dari Batas Normal
Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Kementerian PU menangani 2.200 lokasi terdampak kekeringan. Sebanyak 53.052 hektare sawah dijaga dan 14,1 juta liter air bersih disalurkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Bagikan