Kejanggalan Dugaan Penyelundupan Senjata Versi Mantan Anak Buah Mayjen Soenarko

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 31 Mei 2019
Kejanggalan Dugaan Penyelundupan Senjata Versi Mantan Anak Buah Mayjen Soenarko

Kolega dan kuasa hukum eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (Antaranews/Rangga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kolonel Infantri (Purn) Sri Radjasa Chandra membantah tudingan Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kapolri Tito Karnavian soal penyelundupan senjata yang diduga dilakukan oleh eks Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

"Ada yang janggal dari tuduhan yang dialami Pak Narko, saya marah karena saya tahu fakta-fakta yang menyangkut senjata tersebut," kata Sri Radjasa dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (31/5).

Sri Radjasa yang merupakan anak buah Soenarko atau Mantan Perwira Pembantu Madya (Pabandya) bidang Pengamanan Komando Daerah Militer Iskandar Muda itu menjelaskan seluk beluk senjata saat ia dan Soenarko bertugas.

BACA JUGA: Advokat Senopati 08 Bantah Eks Danjen Kopassus Selundupkan Senjata

Menurut Sri Radjasa pada era awal kesepakatan damai di Aceh, masyarakat diimbau untuk penertiban senjata. Kala itu ada sekitar 900 pucuk senjata yang beredar di masyarakat.

"Bahkan melibatkan masyarakat termasuk mantan kombatan, termasuk Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf terlibat membantu untuk menertibkan senjata," ujar dia.

Kegiatan itu, kata Sri Radjasa, mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata secara sukarela.

"Pada tahun 2009, Sintel Kodam IM menerima penyerahan tiga pucuk senjata laras panjang secara sukarela dari masyarakat di aceh utara dan kebetulan tiga pucul diserahkan kepada saya di antaranya dua pucuk AK47 dan satu pucuk senjata M-16 A1 laras pendek," ungkapnya.

Dari masyarakat Aceh Utara, Radjasa mengatakan pihaknya menerima tiga pucuk senjata, dua pucuk berjenis AKA 47 dan satu pucuk M16 A1 yang kemudian diduga pihak kepolisian diselundupkan oleh Soenarko.

Temuan tersebut dikatakan Radjasa dilaporkan ke Pangdam Iskandar Muda yang ketika itu dijabat oleh Soenarko.

ilustrai. (pixabay)

Ketika itu, Rajasa mengatakan mendapat arahan dari Soenarko bahwa dua pucuk dimasukan ke gudang, satu pucuk yakni M16 disimpan di kantor Sintel untuk di serahkan ke Museum Kopassus.

"(Dari arahan) ini jelas bahwa Pak Narko tidak menginginkan senjata itu seperti yang dikatakan oleh Pak Wiranto, Moeldoko, dan Tito yang kemudian senjata di modifikasi dibagian popor dan penutup laras serta teropong bidik," kata Radjasa.

Dari modifikasi yang dipertontonkan Kapolri Tito Karnavian saat gelar barang bukti, Radjasa mengatakan bahwa senjata tersebut hanya bisa digunakan untuk jarak dekat.

Sri Radjasa melanjutkan ceritanya, pada 2018 di akhir masa tugasnya di Aceh, ia diminta Soenarko mengirim satu pucuk senjata itu ke Jakarta. Hanya saja, Sri Radjasa tidak sempat melaksanakan perintah itu karena sudah pindah ke Jakarta terlebih dahulu.

"Kemudian tahun 2018 ketika saya berakhir masa penugasan di sana Pak Narko sempat memerintahkan kepada saya agar mengirim senjata tersebut ke Jakarta. Kebetulan saya sudah pindah ke jakarta tidak sempat perintah itu saya kerjakan," jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Sri Radjasa bahwa perintah mengirim senjata itu disampaikan kepada Heriansyah (orang kepercayaan Soenarko). Namun, sebelum mengirim senjata itu dilaporkan terlebih dahulu ke Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda, Brigjen Daniel agar diberikan surat pengantar.

BACA JUGA: Wiranto Benarkan Mantan Danjen Kopassus Jadi Tersangka Kepemilikan Senjata Ilegal

"Perintah untuk mengirim senjata ke jakarta juga disampaikan kepada saudara Heri dari Sipil, yang sehari-hari membantu pak Narko di sana. Dengan catatan pak Narko mengatakan bahwa ketika mengirim senjata ke Jakarta tolong dilaporkan ke Kasdam IM Brigjen Daniel agar mendapat surat pengantar," ujarnya.

"Kemudian yang jadi aneh pada tanggal 15 Mei 2019 senjata M 16 dikirim ke jakarta. Pengirimannya dengan menggunakan prosedur standar melalui Garuda dari Aceh jam 16.30 WIB dengan dilengkapi surat pengantar dari Brigjen purnawirawan Sunari, beliau ini penugasan di Aceh dari BIN. Namun setiba di Bandara Soekarno-Hatta, muncul persoalan, karena surat pengantar tersebut diakui oleh Pak Sunari palsu. Kemudian pengirim yang membawa senjata itu dari Kodam menyatakan tidak pernah membawa senjata tersebut," pungkasnya. (Pon)

#Senjata Api #Kopassus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hanya 7 Profesi Sipil Boleh Punya Senjata Api di Indonesia, Cek Syarat dan Aturannya!
Polri menegaskan kepemilikan senjata api sipil di Indonesia hanya untuk profesi tertentu. Calon pemilik wajib lolos tes kesehatan, psikologi, sertifikat menembak, dan screening Polri.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Hanya 7 Profesi Sipil Boleh Punya Senjata Api di Indonesia, Cek Syarat dan Aturannya!
Indonesia
3 Fakta Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, hanya Satu Senjata Api
Lokasi yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman bagi siswa itu justru menyimpan ratusan senjata di salah satu ruangannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
3 Fakta Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, hanya Satu Senjata Api
Indonesia
995 Temuan di Sekolah Swasta bukan Senjata Api, Polda Metro: itu Senapan Angin
Hasil pemeriksaan menunjukkan hampir seluruh barang tersebut merupakan senapan angin, bukan senjata api.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
995 Temuan di Sekolah Swasta bukan Senjata Api, Polda Metro: itu Senapan Angin
Indonesia
Profil Untung Sangaji, Eks Polisi Pahlawan Bom Sarinah yang Bongkar Gudang 995 Senjata di Sekolah Jaksel
Untung Sangaji menjadi sosok kunci di balik pembongkaran 995 pucuk senjata api dan airgun, ribuan amunisi, alat cetak peluru, hingga narkotika di lingkungan sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Profil Untung Sangaji, Eks Polisi Pahlawan Bom Sarinah yang Bongkar Gudang 995 Senjata di Sekolah Jaksel
Indonesia
Gubernur Pramono Kaget Sekolah Simpan Ratusan Senjata Api hingga Narkoba, Sebut Menodai Dunia Pendidikan
Politikus PDI Perjuangan ini menilai yayasan sekolah telah memberikan contoh yang buruk.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Gubernur Pramono Kaget Sekolah Simpan Ratusan Senjata Api hingga Narkoba, Sebut Menodai Dunia Pendidikan
Indonesia
Polisi tak Yakin Ratusan Senpi di Bunker Sekolah untuk Kegiatan Ekskul Murid
Menurut polisi, tidak ada kaitan antara senpi dan ekstrakurikuler di sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi tak Yakin Ratusan Senpi di Bunker Sekolah untuk Kegiatan Ekskul Murid
Indonesia
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Sekolah merupakan ruang belajar yang harus bebas dari segala bentuk ancaman.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Indonesia
Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pemasok 996 Pucuk Senjata Disimpan di Sekolah Kebayoran Lama
Aparat perlu membongkar dari mana senjata-senjata tersebut berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja pihak yang terlibat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pemasok 996 Pucuk Senjata Disimpan di Sekolah Kebayoran Lama
Indonesia
DPR Minta Kasus Penemuan Senjata di Sekolah Diusut Tuntas, Sebut Bisa Ancam Keamanan Negara
Senjata api yang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat bahkan mengancam keamanan negara.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
DPR Minta Kasus Penemuan Senjata di Sekolah Diusut Tuntas, Sebut Bisa Ancam Keamanan Negara
Indonesia
Polisi akan Panggil Eks Ketua Yayasan Sekolah Pondok Pinang Terkait Temuan 995 Senjata
Polres Metro Jakarta Selatan berencana memanggil eks Ketua Yayasan berinisial IWD untuk mendalami keterkaitannya dengan temuan 995 airsoft gun dan senjata lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi akan Panggil Eks Ketua Yayasan Sekolah Pondok Pinang Terkait Temuan 995 Senjata
Bagikan