Cara Keliru untuk Turun Berat Badan
Caramu menurunkan berat badan bisa saja keliru. (FOTO: Pexels/mentatgt)
PUNYA body goals tentu jadi impian semua orang. Terutama mereka yang punya berat berlebih. Segala macam cara ditempuh. Mulai dari membatasi asupan kalori hingga olahraga setiap hari.
Namun, ternyata cara tersebut bukanlah langkah yang tepat. Selain enggak efektif untuk menurunkan berat badan, cara itu juga bisa membahayakan untuk kesehatan. Agar penurunan berat badan sukses, yuk cari tahu cara keliru dalam mengurangi bobot tubuh.
BACA JUGA:
1. Tidur sedikit untuk berolahraga di pagi hari
Berolahraga di pagi hari dianggap sebagai pilihan yang bagus. Ini cocok untuk mengatur hormon alami tubuh. Selain itu, olahraga di pagi hari membantu fokus dan suasana hati sepanjang hari dan membantu mengatur nafsu makan.
Namun, mengurangi jumlah jam tidur supaya bisa berolahraga lebih lama di pagi hari justru bisa menjadi bumerang. Pembatasan tidur dikaitkan dengan peningkatan rasa lapar dan asupan makanan berlebih. Langkah ini justru jadi berrisiko untuk kenaikan berat badan dan obesitas yang lebih tinggi.
2. Berolahraga setiap hari
Untuk benar-benar membuat perbedaan dalam hidup, rencana olahraga yang teratur harus menjadi sesuatu yang rutin. Jadwal ini sama rutinnya seperti jadwal makan atau tidur. Akan tetapi, kamu harus selalu meluangkan satu hari untuk istirahat setiap 7 hingga 10 hari. Hal itu disebabkan tubuh perlu memperbaiki robekan mikroskopis di jaringan otot dan menyeimbangkan kadar asam laktat dan glikogen. Itu akan memberi waktu untuk otot tumbuh lebih kuat dan mengurangi risiko cedera.
Berolahraga terlalu banyak dapat menyebabkan kelelahan adrenal dan sebenarnya justru meningkatkan penambahan berat badan terutama di sekitar perut. Itu disebabkan kortisol, hormon stres alami yang bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme. Pastikan untuk beristirahat cukup, baik secara fisik maupun mental.
3. Terlalu banyak tidur
Sama seperti kurang tidur yang buruk bagi tubuh, terlalu banyak tidur juga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner, diabetes, kecemasan, dan obesitas pada orang dewasa. Jika kamu merasa bahwa 7 hingga 8 jam tidur per malam tidak cukup, atau merasa lelah setelah tidur malam yang nyenyak, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
4. Tidak cukup makan lemak
Lemak telah mendapatkan reputasi buruk. Sering kali seseorang 'mengharamkan' lemak pada diet mereka. Padahal, tubuh tetap membutuhkan lemak. Namun, tentu saja lemak sehat. Ini menjadi bagian dari diet sehat seimbang. Lemak sehat membantu menyerap vitamin, mendukung pertumbuhan sel, kesehatan otak dan mata, penyembuhan, dan produksi hormon. Lemak merupakan sumber energi terbaik bagi tubuh kita.
5. Mengurangi konsumsi gula
Dari mengurangi risiko diabetes dan penuaan lebih lambat hingga tidur lebih nyenyak dan menurunkan berat badan, manfaat mengurangi gula sangat besar. Namun, toleransi gula yang buruk dapat menyebabkan penambahan makanan dengan pemanis buatan. Produk tersebut bisa sama buruknya dengan gula biasa dan bisa mendorong diabetes dan obesitas.(Avia)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry