Kebersihan Area Kewanitaan Jadi Faktor Penentu Kesehatan
Kebersihan area kewanitaan menjadi faktor penentu kesehatan. (Foto: Unspalsh/Sasun Bughdaryan)
ISTILAH feminine hygiene mungkin baru banyak dibicarakan beberapa tahun belakangan di Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama menerapkan hal ini, sehingga terus mengalami perkembangan yang pesat. Salah satunya adalah semakin menjamurnya produk pembalut yang berlomba-lomba untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam produknya.
Feminine hygiene merupakan istilah yang membahas mengenai kesehatan perempuan, salah satunya membahas mengenai kesehatan organ kewanitaan. Sebab area kewanitaan merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kesehatan perempuan. Terlebih organ reproduksi menjadi salah satu hal yang dapat terdampak jika perempuan tidak menjaga dan merawat kesehatan area kewanitaannya.
Baca Juga:
Kebersihan organ kewanitaan merupakan sesuatu hal yang perlu diperhatikan setiap harinya. "Seharusnya memang harus diperhatikan setiap hari, sebab keseharian kita itu menjadi faktor penentu kesehatan anggota kewanitaan kita,” jelas dr. Grace Hananta, C.Ht, di acara peluncuran Flowra Sanitary Pads beberapa waktu lalu.
Namun saat menstruasi membuat tingkat kelembapan pada area kewanitaan meningkat. Kelembapan tersebut menjadi salah satu hal yang terpenting untuk menjaga kesehatan area kewanitaan. Sebab area kewanitaan yang lembap selain mengganggu kenyamanan, dapat membuat bakteri-bakteri jahat bersarang dan tumbuh.
Terdapat beberapa cara tepat yang dapat dilakukan untuk menjaga kelembapan organ kewanitaan. Menggunakan pakaian dalam dengan bahan yang tidak terlalu ketat harus dihindari untuk menjaga sirkulasi udara di daerah kewanitaan.
Baca Juga:
Tak hanya kualitas pakaian dalam, penggunaan pembalut yang memiliki daya serap tinggi dan tidak terbuat dari bahan-bahan berbahaya sangat dibutuhkan. "Pilih pembalut yang memiliki kemampuan menyerap cairan lebih cepat dan tinggi serta nyaman saat digunakan. Pastikan juga pembalut yang kamu gunakan tidak mengandung pemutih, klorin, dan bahan berbahaya lainnya,” jelas Grace. Untuk itu, Flowra Sanitary Pads hadir dengan 10 lapisan pelindung yang memberikan rasa aman namun tetap nyaman.
Grace menyarankan untuk mengganti pembalut secara rutin setiap tiga sampai empat jam setelah pemakaian. Namun pembalut dapat diganti jika kamu merasa darah menstruasi telah memenuhi seluruh bagian pembalut.
Selain itu, area kewanitaan juga harus dibersihkan dengan sabun khusus yang memiliki pH sesuai. Kesalahan ini masih banyak dilakukan oleh beberapa orang. "pH yang sesuai untuk daerah kewanitaan itu sekitar 3,8 sampai 4,5 sedangkan sampai saat ini bahkan ada yang masih menggunakan sabun badan untuk membersihkan daerah kewanitaan," tutup Grace. (cit)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo