Keberpihakan Presiden dan Menteri ke Paslon Bisa Menimbulkan Konflik dan Ketidakharmonisan

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 24 Januari 2024
Keberpihakan Presiden dan Menteri ke Paslon Bisa Menimbulkan Konflik dan Ketidakharmonisan

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Silaturahim Ramadan 1444 H DPP PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Presiden boleh berkampanye dan memihak calon presiden tertentu di Pilpres 2024. Pernyataan Kepala Negara ini dinilai menguatkan sinyal dukungan untuk pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

"Jika membaca konteksnya, pernyataan Jokowi menegaskan dukungan Jokowi ke Prabowo makin vulgar. Apalagi saat menyampaikan pernyataan itu Jokowi didampingi Prabowo yang notabenenya salah satu capres,” kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno kepada wartawan, Rabu (24/1).

“Dengan kata lain, Jokowi ingin tunjukkan kepada khayalak sebagai presiden, Jokowi jelas punya keberpihakan di Pilpres 2024 hanya ke Prabowo,” sambung dia.

Baca Juga:

TKN Prabowo-Gibran: Presiden Jokowi Boleh Dukung Capres Manapun

Selain itu, kata Adi, pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa Jokowi menginginkan Prabowo-Gibran memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran. Menurutnya, Jokowi mendukung total Prabowo-Gibran agar pilpres tidak berlangsung dua putaran.

“Sebab ada keyakinan bahwa masih banyak rakyat yang puas dengan kinerja Jokowi tapi belum tahu jika Jokowi dukung Prabowo,” tutur Adi.

Lebih lanjut Adi menyampaikan bahwa keberpihakan Jokowi kepada Prabowo-Gibran berpotensi membuat retak hubungan sesama menteri di Kabinet Indonesia Maju yang berafiliasi ke pasangan calon yang berbeda-beda.

“Buktinya menteri LHK dan ATR membantah keras data Mahfud saat debat cawapres. Itu tanda-tanda keretakan efek menteri boleh kampanye terbuka,” ujarnya.

Bahkan, kata Adi, sangat besar kemungkinan Jokowi berkonflik dengan menterinya sendiri karena berbeda pilihan politik. Menurutnya, para menteri akan membela paslonnya masing-masing.

Baca Juga:

Jokowi Sering Keliling Jateng, Suara Ganjar Diklaim Tidak Tergerus

“Semua sudah tahu Jokowi pasti ke Prabowo karena faktor Gibran. Termasuk menteri Golkar dan PAN akan total ke Prabowo. Sementara Mahfud yang rival Prabowo pasti didukung semua menteri dari PDIP, PPP, dan menteri non partai yang selama ini dekat dengan PDIP. Termasuk menteri PKB dan NasDem pasti akan condong ke kubu AMIN,” ungkap Adi.

Adi melanjutkan bahwa ketidakharmonisan antarmenteri akan menjadi gambaran situasi kabinet Jokowi yang sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, konflik akan semakin meruncing jika Jokowi tidak segara melakukan mitgasi.

“Bagaimana bisa menjelaskan situasi kabinet rukun harmonis dalam kondisi seperti itu. Bisa runyam keadaan jika tak ada manajemen komunikasi dan mitigasi potensi konfliknya,” tutup Adi. (Pon)

Baca Juga:

Jokowi Sebut Presiden Boleh Memihak saat Pemilu, Ini Tanggapan Anies

#Joko Widodo #Jokowi #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
7 Teman Sekolah Jokowi Bakal Jadi Saksi Sidang Kasus Ijazah Palsu, Tinggal Tunggu Panggilan
Tujuh teman sekolah Jokowi di SMAN 6 Solo akan menjadi saksi sidang kasus ijazah palsu. Mereka tinggal menunggu panggilan.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
7 Teman Sekolah Jokowi Bakal Jadi Saksi Sidang Kasus Ijazah Palsu, Tinggal Tunggu Panggilan
Indonesia
Ijazah Gibran Digugat ke MK oleh Denny Indrayana, Jokowi: Masak Disuruh Paket C Lagi
Wapres Gibran sudah menempuh pendidikan SD 16 Surakarta, SMPN 1 Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura, dan kemudian di O-Level.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ijazah Gibran Digugat ke MK oleh Denny Indrayana, Jokowi: Masak Disuruh Paket C Lagi
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Kubu Roy Suryo Sebut Dakwaan Fitnah Ijazah Jokowi Terlalu Prematur, tak Ada Forum Resmi yang Menguji
Pasal tersebut dinilai terlalu dini karena belum ada forum resmi yang menyatakan ijazah Jokowi yang dipersoalkan benar-benar asli atau palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kubu Roy Suryo Sebut Dakwaan Fitnah Ijazah Jokowi Terlalu Prematur, tak Ada Forum Resmi yang Menguji
Indonesia
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik Presiden ke-7 Jokowi di Sragen terbakar akibat kebocoran pipa oli. Simak kronologi dan penanganannya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Indonesia
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Budi mengaku tujuannya datang ke Solo untuk mengundang ke acara podcast The Johan Budi Untold Stories.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
ShowBiz
'Melankolia Radikal', Album Kedua Dongker dengan Artwork Agan Harahap
Artwork tersebut menampilkan potret seorang pemuda yang secara visual mengingatkan pada sosok Presiden Ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
'Melankolia Radikal', Album Kedua Dongker dengan Artwork Agan Harahap
Berita Foto
Presiden ke-7 Joko Widodo dan Tokoh Nasional Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Pesiden ke-7 RI Joko Widodo di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden ke-7 Joko Widodo dan Tokoh Nasional Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026
Bagikan