Kata Sekjen Gerindra tentang Menteri Yasonna Obral Remisi

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 15 Maret 2015
Kata Sekjen Gerindra tentang Menteri Yasonna Obral Remisi

Menkumham Yasonna Laoly menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan dengan pimpinan MPR membahas sosialisasi empat pilar demokrasi di Jakarta, Kamis (12/3). (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani kembali mengkritik Menteri Hukum dan HAM. Kritikan Muzani kali ini terkait Menteri Yasonna yang tidak mau tutup mata untuk memberikan remisi kepada narapidana koruptor.

"Itu hak narapidana untuk mendapatkan remisi," kata Muzani di TPU Menteng Pulo II, Jakarta Selatan, Minggu (15/3). (Baca: Kinerja Kemenkum HAM, Yasonna: So Far So Good)

Menurut Muzani, pemberian remisi terhadap narapidana harus selektif dan dengan disertai catatan. Dengan demikian, tidak semua narapidana koruptor mendapatkan remisi meski remisi itu sendiri adalah hak bagi narapidana

"Harus diberikan secara selektif dan dengan catatan sesuatu. Penting negara memberikan hak kepada mereka, tapi harus selektif. Ada wacana katagorisasi, sesuatu yang baik. Buat kami negara menjamin, tapi dibatasi," pungkasnya. (Baca: Yasonna: Main-main dengan Remisi Berhadapan Dengan Saya)

Sebelumnya, Menteri Yasonna sudah menggelar rapat dengan Komisi III DPR membahas tentang rencana strategis dan target Kemenkumham tentang penyelesaian permasalahan over kapasitas narapidana. Kemenkumham, kata Yasonna, akan membuat pengaduan dan variabel tentang remisi pembebasan bersyarat dengan sistem online.

"Kita buat juga jangka waktu dan transparansinya. Dengan begitu, paling tidak akan mengurasi petugas LP mendapat sesuatu (suap). Soal cuti bersyarat, cuti menjelang bebas dan remisi, selama ini Kemenkum HAM selalu dikritik dengan alasan obral remisi khususnya koruptor. Ini delimatis," kata Yasonna. (hur)

#Kemenkumham #Yasonna Laoly
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Implementasi KBLI 2025 Dipermudah, Bisa Konversi Otomatis di AHU dan OSS
KBLI 2025 ini juga memberikan dua skema kemudahan, yaitu kebijakan konversi otomatis juga penyesuaian manual.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
Implementasi KBLI 2025 Dipermudah, Bisa Konversi Otomatis di AHU dan OSS
Indonesia
Wamenkum Sebut Penyusunan Aturan Pelaksana KUHAP Baru Capai 80 Persen
Wamenkum, Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan, proses penyusunan aturan pelaksana KUHAP baru mencapai 80 persen.
Soffi Amira - Rabu, 26 November 2025
Wamenkum Sebut Penyusunan Aturan Pelaksana KUHAP Baru Capai 80 Persen
Indonesia
Menkum Teken SK Kepengurusan PPP Mardiono
Mardiono mendaftarkan kepengurusan PPP per 30 September 2025.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Oktober 2025
Menkum Teken SK Kepengurusan PPP Mardiono
Indonesia
Nasib Dua Ketua Umum PPP di Tangan Menkum, AD/ART Jadi Penentu
Saat ini Kementerian Hukum (Kemenkum) menunggu dan memproses dokumen pendaftaran dari setiap kubu yang mengklaim sebagai pengurus sah.
Dwi Astarini - Selasa, 30 September 2025
Nasib Dua Ketua Umum PPP di Tangan Menkum, AD/ART Jadi Penentu
Indonesia
Agus dan Mardiono Saling Klaim Kemenangan, Menkum: Dualisme PPP Diselesaikan Sesuai AD/ART
Pemerintah akan mengacu kepada undang-undang dan memastikan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pendaftaran parpol. ?
Dwi Astarini - Senin, 29 September 2025
Agus dan Mardiono Saling Klaim Kemenangan, Menkum: Dualisme PPP Diselesaikan Sesuai AD/ART
Indonesia
Kemenkumham Soroti 10 Isu Krusial HAM dalam Pembahasan RUU KUHAP
Wamen HAM sebut standar HAM internasional wajib jadi acuan dalam pembahasan RUU KUHAP.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 September 2025
Kemenkumham Soroti 10 Isu Krusial HAM dalam Pembahasan RUU KUHAP
Indonesia
Ditjen AHU Pastikan tak akan Ikut Campur Konflik Dualisme HNSI
Ditjen AHU diperintahkan agar menjadi fasilitator untuk menyelesaikan konflik dualisme HNSI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 April 2025
Ditjen AHU Pastikan tak akan Ikut Campur Konflik Dualisme HNSI
Indonesia
Yasonna Bantah Ada Perbedaan Sikap soal Mundurnya Kongres PDIP
Ketua DPP PDIP, Yasonna Laoly, membantah adanya perbedaan sikap soal mundurnya Kongres PDIP.
Soffi Amira - Kamis, 17 April 2025
Yasonna Bantah Ada Perbedaan Sikap soal Mundurnya Kongres PDIP
Indonesia
Pemerintah Berharap RUU KUHAP Tak Lebur Tugas Polisi, Jaksa Hingga Hakim
Polisi memiliki tugas sebagai penyidik utama
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Februari 2025
Pemerintah Berharap RUU KUHAP Tak Lebur Tugas Polisi, Jaksa Hingga Hakim
Indonesia
Dipecat dari Dirjen Imigrasi Terkait Informasi Harun Masiku, Ronny Sompie: Tanya Yasonna
Ronny Sompie, tidak membantah saat ditanya apakah pemecatannya berkaitan dengan pengungkapan informasi perlintasan mantan caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.
Frengky Aruan - Jumat, 03 Januari 2025
Dipecat dari Dirjen Imigrasi Terkait Informasi Harun Masiku, Ronny Sompie: Tanya Yasonna
Bagikan