MERAHPUTIH.COM - KETUA Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh, atau yang akrab disapa Ninik, mengecam keras tindakan penyekapan terhadap seorang perempuan di Bandung yang diduga berlangsung selama tiga tahun. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bentuk kekerasan yang sangat serius dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang tidak boleh dibiarkan terjadi di Indonesia.
"Kami sangat prihatin dan mengecam keras tindakan penyekapan terhadap seorang perempuan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang merampas kebebasan, martabat, dan hak hidup korban sebagai manusia," tegas Ninik di Jakarta, Selasa (23/6).
Ninik mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, memburu pihak-pihak yang terlibat, serta menjatuhkan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Ninik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu aparat dalam menemukan keberadaan pelaku apabila masih ada pihak yang melarikan diri atau belum terungkap.
Baca juga:
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu aparat dengan memberikan informasi yang dibutuhkan. Jangan takut melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku atau memiliki informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini. Perlindungan terhadap korban dan penegakan hukum merupakan tanggung jawab bersama," katanya.
Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Perempuan Bangsa juga menginstruksikan seluruh kader di berbagai daerah agar proaktif mendampingi korban kekerasan, termasuk memberikan dukungan psikologis, sosial, dan pendampingan hukum apabila diperlukan.
"Saya meminta seluruh kader Perempuan Bangsa untuk hadir di tengah masyarakat, memperkuat edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan, dan memberikan pendampingan bagi korban agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi proses pemulihan maupun proses hukum," lanjutnya.
Ninik juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, maupun penyekapan yang dapat menimpa anak-anak dan remaja perempuan. Menurutnya, keluarga harus membangun komunikasi yang terbuka dan pengawasan yang sehat terhadap aktivitas anak.
Keluarga harus lebih peka terhadap lingkungan pergaulan anak, tempat-tempat yang sering mereka kunjungi, aktivitas keseharian, pekerjaan yang dijalani, hingga hubungan pertemanan maupun hubungan spesial yang dimiliki anak, terutama ketika mereka memasuki usia remaja. Kepedulian dan komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi benteng pertama untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan.
Nihayatul Wafiroh, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menegaskan kasus ini harus menjadi alarm bagi seluruh masyarakat bahwa ancaman kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi di sekitar kita dan sering kali tidak terdeteksi dalam waktu yang lama.
"Jangan sampai tragedi seperti ini terulang. Kita harus memperkuat kepedulian sosial, keberanian melapor, dan sistem perlindungan terhadap perempuan agar tidak ada lagi korban yang kehilangan kebebasan dan masa depannya akibat tindakan keji semacam ini," pungkasnya.(Pon)
Baca juga:
Perempuan Korban Penyekapan dan Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Bakal Alami Rekonstruksi Wajah