Kapolsek Menteng Klaim Wilayahnya Zero Tawuran Selama Ramadan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2020
Kapolsek Menteng Klaim Wilayahnya Zero Tawuran Selama Ramadan

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq (MP/Kanugraha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq mengklaim, selama bulan Ramadhan 2020 tak pernah terjadi tawuran di wilayahnya. Terutama di kawasan Menteng Tenggulun dan Manggarai yang yang selama ini dikenal rawan gangguan kriminalitas bahkan selama pandemi corona.

Menurut Guntur, salah satu alasan disana nihil tawuran karena beberapa 'aktor' intelektualnya sudah ditangkap.

"Kami tangkap beberapa orang beberapa waktu lalu. Termasuk anggota geng Zwembath yang memang sebagai otak aksit tawuran disana. Jadi memang selama Ramadan nihil tawuran disana," ungkap Guntur kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (21/5).

Baca Juga

Kronologi Tawuran di Manggarai yang Buat Warga Panik

Guntur melanjutkan, faktor lainnya karena Polsek Metro Menteng bekerjasama dengan unit Cyber Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya untuk memantau pergerakan para pelaku di media sosial.

"Kami 'pantengin' terus di media sosial. Dilihat pergerakan pelaku dan aktivitas mereka di medsos. Karena para pelaku memang kerap berkomunikasi di media sosial," jelas Guntur.

Ia berujar, kawasan Menteng Trenggulun harus diawasi betul mengingat potensi tawuran terjadi disana sangat besar.

"Kalau sampai terjadi tawuran tentu dampaknya kemana-mana. Bisa ke masyarakat sekitar dan mengganggu perekonomian setempat. Apalagi disana ada perlintasan kereta api yang kalau ada tawuran bisa terhambat lalu lintasnya," kata Guntur.

Guntur menjelaskan, ajakan untuk aksi tawuran tak jarang dilakukan di media sosial. Kodenya bisa dengan ungkapan yang aneh-aneh seperti 'Nikahan'. "Mereka undang siapa pun lewat media sosial untuk tawuran. Makanya kami pantau terus melalui operasi cyber," ucap Guntur.

"Media sosial tak tentu kapan dilakukannya. Kalau viral kami terjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di sana," kata Guntur.

ilustrasi tawuran warga (AntaraNews/Diasty Surjanto)

"Itu modus saja. Nikah itu maksudnya undangan mau kumpul gangster se-Jakarta. Itu kami antisiapasi. Bisa saja nikahan itu berarti berkumpul untuk melakukan penyerangan," kata Guntur.

Guntur melanjutkan, polisi selalu bergerak dengan melakukan sejumlah inovasi pengamanan. Seperti memperbanyak patroli dan dan mendatangi tokoh-tokoh masyarakat setempat.

"Kami melakukan manajerial antisipasi yang baik. Dan memberikan inovasi baru dalam bertindak khususnya pencegahan," jelas Guntur.

Ia memastikan, kehadiran polisi di tengah masyarakat itu yang terpenting. Selain itu, kerjasama dengan instansiain seperti TNI juga dilakukan mengingat sebagian pelaku juga datang dari wilayah sana. "Kita aktif patroli rutin. Kita bergerak aktif," ungkapnya.

Baca Juga

Tawuran Kursi di Kongres PAN Bukti Cacat Demokrasi

24 jam kita pantau wilayah. Kebanyakan anak remaja. Kalau sudah berbuat mereka kita tindak. Tapi sebelumnya kita pencegahan," jelas lulusan AKPOL 2002 ini.

Guntur yakin, disaat masyarakat istirahat polisi dan koordinasi dengan TNI harus muncul. "Saat masyarakat menikmati hidup polisi harus begerak mengamankan. Selain itu orang tua harus bisa ingatkan anaknya untuk tak melakukan aksi tawuran," jelas Guntur yang ayah tiga orang anak ini. (Knu)

#Tawuran #Tawuran Pemuda #Stasiun Manggarai #Warga Tambak Dan Manggarai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Stasiun Manggarai makin Padat: 162 Ribu Pergerakan, LRT Segera Jadi Pilihan Terbaru
Bukan hanya KRL, kawasan ini nantinya akan mempertemukan Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, dan LRT Jakarta.
Dwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
Stasiun Manggarai makin Padat: 162 Ribu Pergerakan, LRT Segera Jadi Pilihan Terbaru
Indonesia
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta RT/RW, FKDM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan camat memperkuat deteksi dini usai bentrokan di Matraman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Indonesia
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Anggota Komisi III DPR RI meminta kepolisian memperkuat kamtibmas, meningkatkan patroli, dan mencegah aksi balasan usai bentrokan antarwarga di Menteng.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Indonesia
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Indonesia
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Indonesia
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
MI Raudlotul Athfal Karisma di Menteng terapkan PJJ pasca bentrokan Jalan Tambak. Camat Menteng pastikan keamanan dipantau, warga diminta tidak terprovokasi. Satu korban tewas, satu kritis di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
Indonesia
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka bentrok Matraman dan Jalan Tambak. 4 tersangka kasus perusakan, 3 tersangka kasus pengeroyokan. Satu korban tewas, satu luka dirawat di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Indonesia
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
DPRD DKI Jakarta soroti bentrok berdarah di Matraman. Anggota Komisi A PSI Kevin Wu minta Pemprov perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM untuk cegah konflik sosial.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
Indonesia
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Bagikan