Jalur Rel Kereta Api Manggarai-Sudirman Rawan Longsor, Keselamatan Penumpang Terancam
Lokasi rawan longsor di jalur kereta api Manggarai-Sudirman.(foto: Merahputih.com/Kanu)
MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI ) Daop 1 Jakarta menemukan potensi longsor di jalur rel kereta yang menghubungkan Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Manajer Humas KAI DAOP 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko menyebut kondisi turap dan tanah penahan jalur rel yang sering dilalui KRL dari arah Tangerang ke Bekasi itu berpotensi longsor.
“Berdasarkan laporan warga, ada kekhawatiran terhadap kondisi tanah yang dapat membahayakan warga maupun perjalanan kereta api,” kata Ixfan di Jakarta, Rabu (19/11).
Menurut Ixfan, hasil pemeriksaan menunjukkan sepanjang kurang lebih 300 meter terdapat beberapa titik turap atau pembatas tanah penahan tubuh bantalan jalur rel yang mengalami kemiringan. “Ditambah adanya bongkahan tanah dan tumpukan sampah yang meningkatkan risiko longsor,” tutur Ixfan.
Selain itu ditemukan pula keberadaan jalan umum dan bangunan warga yang berdiri tanpa izin pada area ruang milik jalur rel. Padahal, sesuai dengan UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan PP No 56, area rumaja (±6 meter dari as rel) dan rumija (±11–12 meter dari as rel) wajib steril. Itu disebabkan area tersebut merupakan zona yang diperuntukkan bagi operasi dan perawatan prasarana kereta api.
Baca juga:
KA Batara Kresna Tertemper Mobil, PT KAI Daop Yogyakarta Tutup 14 Perlintasan Liar
“Tumpukan sampah dan potongan pohon di beberapa titik juga menambah potensi bahaya, termasuk risiko kebakaran serta gangguan stabilitas tanah penahan jalur,” ungkap Ixfan.
Ixfan mengatakan pihaknya akan membersihkan lokasi dengan melibatkan unsur KAI, warga, serta pihak terkait lainnya. Kegiatan ini mencakup pembersihan sampah, normalisasi area, serta pemeriksaan dan perbaikan awal turap dan tanah penahan jalur.
“Kami melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah daerah untuk penanganan menyeluruh agar potensi longsor dapat dihilangkan dan area jalur tetap aman,” tutup Ixfan.(knu)
Baca juga:
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Pencurian Baut Rel di Blitar, KAI: Ancaman Serius Keselamatan Penumpang
KAI Layani 5.334 Motor selama Angkutan Motis Nataru 2025/2026
KAI Hemat Duit Puluhan Juta saat Angkutan Nataru 2026, Terapkan Teknologi Face Recognition yang Juga Ramah Lingkungan
Penjualan Tiket KAI saat Nataru 2025/2026 Tembus 4,17 Juta, ini 10 Stasiun Kereta Paling Favorit
Arus Balik Nataru 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4 Juta, Melonjak Ketimbang Periode Lalu
51 Ribu Lebih Penumpang Kereta Jarak Jauh Tiba di Jakarta, Sabtu (3/1), Jelang Puncak Arus Balik Nataru 2026
15 Juta Lebih Orang Naik KRL Selama Nataru 2026, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Paling Padat
Penumpang KAI Tembus 3,9 Juta Selama Periode Nataru 2026, KA Joglosemarkerto Relasi Solo-Semarang Jadi Primadona
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur