Pencurian Baut Rel di Blitar, KAI: Ancaman Serius Keselamatan Penumpang
Inspeksi pencurian baut rel kereta di wilayah Blitar. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)
MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengecam keras aksi pencurian baut penambat bantalan rel yang terjadi di wilayah Blitar. KAI menegaskan, tindakan tersebut bukan sekadar pencurian aset, melainkan kejahatan serius yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan nyawa ribuan penumpang.
Peristiwa pencurian tersebut terungkap pada Rabu (7/1). Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya beraksi di satu lokasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di KM 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan, petugas menemukan kehilangan 13 buah baut penambat rel. Namun, dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di setidaknya lima titik berbeda.
“Dengan total kehilangan mencapai 108 buah baut penambat rel,” ujar Tohari kepada wartawan, Rabu (8/1).
Baca juga:
Pelaku juga mengakui bahwa hasil curian dijual kepada pengepul barang bekas di Desa Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Tohari menegaskan bahwa baut penambat rel merupakan komponen vital yang berfungsi menjaga posisi serta kestabilan rel agar tetap sesuai dengan standar teknis keselamatan. Hilangnya satu baut saja dapat meningkatkan potensi gangguan jalur, terlebih jika jumlahnya mencapai puluhan.
“Ini bukan soal nilai besi tua, tapi soal keselamatan manusia,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pada lintas tersebut terdapat 34 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) serta KA Lokal Dhoho dan Panataran setiap hari. Volume penumpang yang melintas pun cukup tinggi, yakni sekitar 400–900 pelanggan KAJJ dan 1.500–2.000 pelanggan KA lokal per hari.
“Karena itu, keselamatan jalur adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkas Tohari.
Baca juga:
Infrastruktur Mulai Pulih setelah Bencana Alam, Jalur Kereta Api Medan–Binjai Beroperasi Kembali
Selain melakukan perbaikan prasarana, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan patroli pengamanan jalur rel serta memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait guna mencegah kejadian serupa terulang.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan prasarana perkeretaapian dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Pencurian Baut Rel di Blitar, KAI: Ancaman Serius Keselamatan Penumpang
KAI Layani 5.334 Motor selama Angkutan Motis Nataru 2025/2026
KAI Hemat Duit Puluhan Juta saat Angkutan Nataru 2026, Terapkan Teknologi Face Recognition yang Juga Ramah Lingkungan
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Lebih daripada 800 Ribu Orang Datang ke Jakarta setelah Libur Nataru, Datang Naik KA Jarak Jauh
Penjualan Tiket KAI saat Nataru 2025/2026 Tembus 4,17 Juta, ini 10 Stasiun Kereta Paling Favorit
Arus Balik Nataru 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4 Juta, Melonjak Ketimbang Periode Lalu
51 Ribu Lebih Penumpang Kereta Jarak Jauh Tiba di Jakarta, Sabtu (3/1), Jelang Puncak Arus Balik Nataru 2026
15 Juta Lebih Orang Naik KRL Selama Nataru 2026, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Paling Padat
Penumpang KAI Tembus 3,9 Juta Selama Periode Nataru 2026, KA Joglosemarkerto Relasi Solo-Semarang Jadi Primadona