Kapolri Akui Sangat Kenal Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 09 November 2017
Kapolri Akui Sangat Kenal Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua

Komjen Pol Tito Karnavian (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sengaja menyandera seribuan warga sipil yang bermukim di sekitar Kampung Kimberly dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

"Mereka prinsipnya hit and run, setelah itu dikejar dan mereka menggunakan para pendulang sebagai tameng," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/11).

Tito mengaku sangat mengenal KKB yang melakukan penculikan. Kelompok itu ada dua kubu yang mempunyai latarbelakang berbeda perihal penculikan.

"Kelompok-kelompok ini ada yang juga bau-bau separatis ada. Kami lihat juga ada yang motif ekonomi," kata Tito.

Masyarakat yang diculik KKB terdiri dari seribuan warga asli dan sekitar 300 warga non-Papua yang selama ini menjadi pedulang dan pengumpul emas. Warga sipil yang disandera KKB itu kini tidak diizinkan beraktivitas atau bepergian termasuk untuk membeli bahan makanan.

Sejak menjadi Kapolda Papua, Tito kerap menemukan KKB yang bergabung dengan para pendulang dan pengumpul emas. Mereka berbaur bersama untuk mencari emas. Mereka mendulang di dekat PT Freeport bernama kali kabur. Pendulang itu berjumlah 8 hingga 10 ribu. Para pendulang liar emas ini terdiri dari warga lokal dan ada juga warga pendatang.

"Tapi ada kelompok bersenjata di tengah mereka. Mereka sebenarnya mendulang juga. Tapi kadang mereka melakukan kekerasan kepada pendulang liar ini," jelas Tito.

Tito mengaku, ada permasalahan sosial terkait pendulang liar. Kegiatan itu sudah berjalan bertahun-tahun. Mereka mendulang sisa galian Freeport yang oleh warga sekita disebut teling.

Dua minggu terakhir, KKB yang menyusup di kelompok penambang ilegal melakukan penyerangan kepada petugas polisi yang ada disitu.

"Anggota kami ada yang tertembak dan jadi korban. Oleh sebab itu, pak Kapolda, pak Pangdam berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum dengan cara-cara yang soft, negosiasi, juga dengan mengedepankan tokoh agama dan adat termasuk lanbgkah-langkah penegakan hukum," katanya.

Tito juga mengaku sudah mengerahkan pasukan dari Polda Kalimantan Tengah terkait penculikan KKB. Namun, anak buahnya terhadang sulitnya medan karena lokasinya berupa hutan lebat dan pegunungan.

Ia menduga, para pendulang, baik warga lokal maupun pendatang dijadikan tameng hidup oleh para KKB.

"Jadi yang dikatakan penyanderaan itu adalah para pendulang yang kemudian dijadikan tameng," katanya.

"Sebenarnya gak banyak kelompok ini, paling 20 atau 25 orang. Senjatanya lima sampai sepuluh pucuk. Mereka menggunakan metode hit and run. Kami dan TNI akan diperkuat dan dilakukan pengejaran di sana. Sambil juga soft aproach, negosiasi dilakukan dengan melibatkan tokoh agama dan tokog masyarakat disana," lanjut Tito

Hingga kini, KKB belum diketahui meminta uang tebusan dari pihak Freeport guna membebaskan tawanan. Freeport bersama pihak Pemda dibantu Kepolisian, TNI serta warga sekitar saat ini tengah berupaya melakukan komunikasi terhadap para KKB.

Selain itu, Polri dan TNI juga sudah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pengejaran terhadap para KKB.

"Ada tim pengejar juga. Tapi saya gak mau sebutkan jumlahnya untuk kepentingan kerahasian operasi," kata Tito. (Ayp)

#Tito Karnavian #Freeport #Kelompok Bersenjata #Papua
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
8 Anggota OPM Berikrar Kembali ke NKRI, TNI : jangan Bangun Masa Depan Papua dengan Permusuhan
Menunjukkan komitmen dari masyarakat untuk menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
8 Anggota OPM Berikrar Kembali ke NKRI, TNI : jangan Bangun Masa Depan Papua dengan Permusuhan
Indonesia
4 Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Papua
Pihaknya bakal terus mematangkan pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
4 Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Papua
Indonesia
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Pemerintah mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan disiapkan untuk mendukung swasembada pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Indonesia
Pasca Ledakan Biak, Dua Mortir PD II Ditemukan di Jayapura
Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua amankan dua mortir peninggalan PD II di Jayapura. Sehari sebelumnya, UXO berisiko tinggi ditemukan di Sentani.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Pasca Ledakan Biak, Dua Mortir PD II Ditemukan di Jayapura
Indonesia
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi akhirnya angkat bicara terkait laporan hukum yang diajukan tokoh perempuan adat Malind, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Indonesia
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Pembangunan di Papua harus dibaca secara lebih objektif, yaitu sebagai bagian dari upaya negara memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, pemerataan pembangunan, penguatan infrastruktur, serta perlindungan kedaulatan nasional di wilayah timur Indonesia.
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Lifestyle
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Karya musik digital tersebut secara gamblang mengangkat isu kondisi Papua terkini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Berita Foto
Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua
Ketua DPD Sultan Baktiar Najamuddin menerima dokumen dari Anggota DPD dalam Rapat Paripurna DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 22 Mei 2026
Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua
Indonesia
Nobar Film Pesta Babi Bisa Lanjut, Tidak Ada Perintah Pembubaran
Papua merupakan bagian sah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan referendum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan program ketahanan pangan juga dijalankan di daerah lain seperti Kalimantan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Nobar Film Pesta Babi Bisa Lanjut, Tidak Ada Perintah Pembubaran
Indonesia
Mendagri Tito Perintahkan Pemda Beri Insentif Pajak untuk Mobil dan Motor Listrik
Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan gubernur memberi insentif pajak kendaraan listrik berupa pembebasan atau pengurangan PKB dan BBNKB.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Mendagri Tito Perintahkan Pemda Beri Insentif Pajak untuk Mobil dan Motor Listrik
Bagikan