Kesehatan

Kapan Sebaiknya Anak Diperkenalkan kepada Dokter Gigi?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 15 Desember 2021
Kapan Sebaiknya Anak Diperkenalkan kepada Dokter Gigi?

Orangtua sering abai pada kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak. (Foto: Pexels/cottonbro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJAGA kesehatan mulut dan gigi penting diterapkan sejak usia dini. Termasuk mengenalkan anak pada dokter gigi? Mengapa hal ini perlu dilakukan? Agar masalah atau penyakit mulut dan gigi tidak terlambat ditangani.

Masalahnya, kunjungan ke dokter gigi biasanya dilakukan saat anak sudah memiliki keluhan terkait kondisi gigi atau rongga mulutnya. Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Prima Andisetyanto, drg., Sp.KGA, mengatakan, orang tua acap kali tidak menyadari pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut anak.

Baca Juga:

Sikat Gigi Baiknya Sebelum atau Sesudah Sarapan? Begini Menurut Kesehatan

gigi
Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, drg. Prima Andisetyanto, Sp.KGA, menjadi pembicara pada Webinar 'Senyum Anak: Tugas Kita untuk Menjaganya'. (Foto: Humas Unpad)

“Tanpa kita sadari kalau tidak kita periksa baik-baik atau tidak kita bawa ke dokter gigi kita bisa menemukan hal yang sudah terlambat,” kata Prima Andisetyanto, dalam Webinar Senyum Anak: Tugas Kita untuk Menjaganya.

Menurut Prima, anak mulai diperkenalkan ke dokter gigi justru pada saat kondisi mulut dan giginya baik atau tidak memiliki permasalahan yang parah. Hal ini dinilai dapat menghindari rasa takut dan trauma anak terhadap dokter gigi.

Kapan sebaiknya kunjungan ke dokter gigi bagi anak? Prima mengatakan sebaiknya kunjungan ini dilakukan tiga hingga enam bulan sekali. Bahkan, sejak anak masih bayi, orang tua sudah perlu memeriksakan kesehatan rongga mulut anaknya ke dokter gigi.

Prima berharap, orang tua perlu menjadi role model yang baik dalam menjaga kesehatan gigi. Saat orang tua melakukan perawatan ke dokter gigi, anak dapat diajak dan diperlihatkan bagaimana rasa aman dan nyaman saat menjalani perawatan.

Permasalahan terbesar gigi dan mulut anak saat ini adalah karies. Menurut Prima, ada empat faktor besar yang menyebabkan terjadinya karies, yaitu jumlah bakteri di rongga mulut, kualitas email dan air ludah, diet atau pola makan, serta waktu atau berapa lama faktor-faktor pencetus karies berada di rongga mulut.

Dari empat faktor tersebut, Prima mengatakan bahwa setidaknya faktor jumlah bakteri dan diet merupakan hal yang bisa dikendalikan untuk menghindari karies.

Terkait jumlah bakteri, Prima menekankan pentingnya membersihkan rongga mulut dengan sikat gigi secara teratur. Menurutnya, anak perlu terus didampingi saat sikat gigi hingga anak berusia delapan tahun. Meski anak sudah dapat sikat gigi sendiri, orang tua perlu memeriksa kembali kebersihan giginya.

Baca Juga:

Sudah Remaja lalu Gigi Tanggal, Apa Bisa Tumbuh Lagi?

gigi
Sejak usia dini, anak-anak sudah dibawa ke dokter gigi walaupun tidak sakit gigi. (Foto: Pexels/Anna Shvets)

“Motorik halus anak pada saat menyikit gigi memang akan berkembang seiring pertambahan usianya. Namun, dalam proses tersebut perlu pendampingan dari orang tua,” ujar Prima.

Selain itu, anak juga perlu memperhatikan apa yang dimakan. Menurut Prima, anak perlu mengurangi makanan manis dan lengket guna meminimalkan risiko terjadinya karies. Makanan yang manis dan lengket juga dapat menjadi makanan bakteri di rongga mulut.

Dijelaskan Prima, kualitas gigi dan mulut akan memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara umum. Hal ini juga dapat berpengaruh pada kualitas belajarnya.

Webinar ini merupakan salah satu acara yang digelar Kelompok RK 088 mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan anak mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut.

Selain webinar, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran awal buku berjudul Kanin si Murah Senyum. Buku ini dinilai bukan hanya akan disukai anak tapi juga membantu mengenai cara menjaga kesehatan gigi.

“Proyek kami ini pembuatan activity book untuk anak dengan topik seputar kesehatan rongga mulut,” kata dosen mentor kelompok RK088 Dewi Zakiawati. (Imanha/Jawa Barat)

Baca juga:

Noda Ekstrinsik dan Intrinsik, Penyebab Gigi Kuning

#Kesehatan #Perawatan Gigi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Bagikan