Wisata Dunia

Kanal di Venesia Berubah Warna Menjadi Hijau Neon

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Mei 2023
Kanal di Venesia Berubah Warna Menjadi Hijau Neon

Gumpalan hijau pertama kali terlihat sekitar pukul 9:30 waktu setempat dan meluas perlahan. (Pexels/Jason Renfrow Photography)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMERINTAH kota Venesia sedang menyelidiki peristiwa misterius, yaitu munculnya air yang berwarna hijau neon di sepetak bagian di Grand Canal yang terkenal, Minggu (28/5).

“Pagi ini sepetak cairan hijau berpendar muncul di Grand Canal Venesia, dilaporkan oleh beberapa warga di dekat Jembatan Rialto. Pihak prefek telah mengadakan pertemuan mendesak dengan polisi untuk menyelidiki asal cairan tersebut,” tulis presiden regional Veneto Luca Zaia melalui unggahan Twitter.

Juru bicara setempat mengatakan kepada CNN bahwa mereka segera mengambil sampel air, meninjau rekaman pengawasan CCTV dan bertanya kepada pilot pendayung gondola setempat dan pengemudi perahu apakah mereka melihat sesuatu yang mencurigakan, sebelum mengadakan pertemuan darurat untuk menyelidiki penyebab air hijau, mencatat bahwa tidak ada kelompok lingkungan. telah mengaku bertanggung jawab.

Baca juga:

Pasang Tinggi, Banjir Rendam Venesia

Pihak otoritas segera mengambil sampel air, meninjau rekaman pengawasan CCTV. (Pexels/Emily Geibel)

Gumpalan hijau pertama kali terlihat sekitar pukul 9:30 waktu setempat dan meluas perlahan, menurut beberapa gambar yang diposting di media sosial, yang menunjukkan gondola, taksi air, dan perahu bus air meluncur melalui substansi berwarna hijau neon itu.

Anggota dewan kota Andrea Pegoraro langsung menyalahkan aktivis lingkungan yang telah menyerang situs warisan budaya Italia dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok Ultima Generazione, yang menuangkan arang ke Air Mancur Trevi di Roma akhir pekan lalu mengatakan, “Bukan kami,” kepada CNN ketika ditanya apakah mereka ada di balik air hijau neon ini.

Brigade pemadam kebakaran Italia men-tweet bahwa mereka membantu memberikan sampel dan bantuan teknis kepada ARPA Veneto, badan regional yang mengawasi keadaan lingkungan Kanal Besar, yang melakukan analisis untuk menetapkan sifat zat di dalam air.

Baca juga:

3 Kanal Indah yang Harus Disambangi

Peristiwa ini bukan pertama kalinya Grand Canal Venesia mengalami perubahan warna. (freepik/yanalya)

Berbagai teori muncul secara daring, termasuk kemungkinan ganggang atau zat yang tersebar secara ilegal di kanal. Namun, peristiwa ini bukan pertama kalinya Grand Canal Venesia mengalami perubahan warna.

Pada tahun 1968 seniman Argentina Nicolás García Uriburu mewarnai perairan kanal menjadi hijau dengan pewarna neon yang disebut Fluorescein, selama Venice Biennale tahunan. Langkah ini dirancang untuk membawa perhatian pada isu-isu ekologi dan hubungan antara alam dan peradaban.

Warna misterius tersebut muncul ketika kota ini merayakan acara perahu Vogalonga, yang diciptakan untuk memerangi gerakan ombak dan memulihkan tradisi Venesia serta membantu menyebarkan perhatian terhadap lingkungan dan alam serta Biennale arsitektur, yang dibuka akhir pekan lalu. (aru)

Baca juga:

Italia Terapkan Denda untuk Turis yang Selfie Terlalu Lama di Portofino

#Wisata Dunia #Kerusakan Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Jakpus Tangkapi Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng, Pencemarannya Melebihi Ambang Batas
Permasalahan ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru. Sebelumnya, permasalahan ini juga sudah pernah terselesaikan di kali Ciliwung.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
Pemkot Jakpus Tangkapi Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng, Pencemarannya Melebihi Ambang Batas
Indonesia
28 Perusahaan Diduga Pelanggar Lingkungan Dicabut Izin, Pemerintah Masih Buka Ruang Dialog
Pemerintah masih membuka ruang keberatan bagi 28 perusahaan yang izinnya dicabut terkait pelanggaran lingkungan, dengan menekankan kehati-hatian agar penegakan hukum tidak menimbulkan ketidakadilan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
28 Perusahaan Diduga Pelanggar Lingkungan Dicabut Izin, Pemerintah Masih Buka Ruang Dialog
Indonesia
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab
28 perusahaan perusak hutan diminta bertanggung jawab. Pencabutan izin yang dilakukan Presiden RI, Prabowo Subianto, dinilai belum cukup.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab
Indonesia
Tambang Ilegal Marak di Kawasan Hutan, DPR Minta Sanksi Pidana hingga Pemulihan Ekologis
Anggota Komisi IV DPR RI menegaskan tambang ilegal di kawasan hutan tak bisa ditoleransi. Data Kementerian Kehutanan mencatat 191.790 hektare tambang ilegal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Tambang Ilegal Marak di Kawasan Hutan, DPR Minta Sanksi Pidana hingga Pemulihan Ekologis
Indonesia
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Inggris berkomitmen membantu Indonesia melestarikan ekosistem di 57 taman nasional. Komitmen ini disampaikan saat Presiden Prabowo bertemu Raja Charles III di London.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Indonesia
Dinilai Tegas Lindungi Lingkungan, DPR Dukung Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan
Anggota Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan perusak lingkungan penyebab banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Dinilai Tegas Lindungi Lingkungan, DPR Dukung Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan
Indonesia
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Presiden RI, Prabowo Subianto, mencabut izin 28 perusahaan penyebab banjir di Sumatra. Berikut adalah daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, agar mencabut izin perusahaan perusak hutan.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Indonesia
Prabowo Angkat Suara soal Bencana Sumatra: Jangan Tebang Pohon Sembarangan dan Jaga Alam Sebaik-baiknya
Presiden RI, Prabowo Subianto, angkat bicara soal bencana Sumatra. Ia meminta jangan menebang pohon sembarangan dan menjaga alam sebaik-baiknya.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Prabowo Angkat Suara soal Bencana Sumatra: Jangan Tebang Pohon Sembarangan dan Jaga Alam Sebaik-baiknya
Indonesia
Soal Kerusakan Hutan, Kemenhut Duga Ada Aktivitas Ilegal yang Jadi Penyebab Bencana Sumatra
Kementerian Kehutanan menduga adanya aktivitas ilegal di hutan, yang menjadi penyebab bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Soal Kerusakan Hutan, Kemenhut Duga Ada Aktivitas Ilegal yang Jadi Penyebab Bencana Sumatra
Bagikan