Jus Jeruk Murni Kendalikan Asupan Kalori, Hindari SSB
Ilustrasi jus jeruk. (Foto: Unsplash/Mateusz Feliksik)
MerahPutih.com - Rutin mengonsumsi jus jeruk membuat tubuh sehat karena dapat mengendalikan asupan kalori. Namun, perlu diingat, hanya jus jeruk murni yang memberikan manfaat tersebut, bukan jenis minuman sugar sweetened Beverages (SSB) atau dengan pemanis buatan.
SSB memiliki beberapa pemanis buatan seperti brown sugar, corn sweetener, corn syrup, dekstrosa, fruktosa, glukosa, high-fructose corn syrup, madu, laktosa, sirup malt, serta sukrosa.
Baca juga:
Dilansir Fox News, Rabu (17/4), para peneliti dari Toronto Metropolitan University meneliti efek minum jus jeruk murni dibandingkan dengan SSB.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nutrients dan melibatkan 36 orang dewasa. Mereka diharuskan meminum jus jeruk murni sebelum makan.
Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam rata-rata nafsu makan antar minuman, namun kadar glukosa darah lebih rendah setelah orang meminum jus jeruk murni.
“Konsentrasi glukosa darah di sisa hari lebih rendah setelah minum jus jeruk 100 persen dibandingkan dengan minuman jeruk dan kontrol air,” kata studi tersebut.
Baca juga:
Kesimpulannya, konsumsi jus jeruk murni sebelum makan menghasilkan kompensasi kalori yang lebih tinggi, dan konsentrasi glukosa darah yang lebih rendah dibandingkan dengan minuman jeruk SSB.
Menariknya, energi dalam jus jeruk dikompensasi pada waktu makan berikutnya. Para peserta mengurangi asupan makanan mereka saat makan siang dengan jumlah yang sama dengan energi dalam jus jeruk.
Sebaliknya, para peserta mengonsumsi lebih banyak kalori saat makan siang setelah mengonsumsi SSB. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya