MerahPutih.com - BPJS Kesehatan diproyeksi mengalami defisit hingga belasan triliun rupiah tahun ini. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memliki solusi mudah untuk mencegah defisit anggaran kembali terulang di tahun- tahun mendatang.
Awalnya, Presiden menjelaskan anggaran terbesar BPJS Kesehatan saat ini untuk membiayai pasien sakit jantung Rp9,5 triliun, kanker kurang lebih Rp3 triliun, ginjal Rp2,2 triliun, dan katarak Rp2,6 triliun.
“Angka yang tidak sedikit Rp9 triliun, Rp3 triliun, Rp2 triliun. Itu angka yang besar,” kata Jokowi membuka Pertemuan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2018, kemarin, dilansir dari laman resmi Sekretaris Kabinet, setkab.go.id, Senin (5/11).
Menurut Jokowi, cara terbaik untuk menghemat anggaran kesehatan adalah perubahan pola hidup sehat di masyarakat dan rajin berolahraga. Presiden melihat masih banyak sekali kota yang selokannya mampet, tidak mengalir dengan baik, munculnya adalah penyakit-penyakit.
Industri yang belum ramah lingkungan, membuang limbahnya langsung ke selokan, langsung ke sungai, menurut Presiden, ini juga problem. Yang kedua, Presiden Jokowi menunjuk contoh mengenai pola hidup sehat. Apalagi sekarang orang senangnya main gadget, smartphone.
Oleh sebab itu, lanjut Presiden, gerakan hidup sehat ini harus betul-betul didorong terus, agar angka-angka pengeluaran BPJS betul-betul langsung turun. Jokowi seraya menambahkan dirinya pun masih rutin berolah-raga, entah sepeda, panahan, jogging, ataupun tinju. “Jantung keluar berapa, ginjal keluar berapa, Pola hidup sehat ada di situ kelihatah sekali,” ujar Presiden Jokowi.
Kepala Negara juga mengkritik kebiasaan masyarakat mengajari anak-anak makan enak bukan makan sehat, tapi makan enak. Terutama kebiasaan mengkonsumsi junk food di restoran waralaba dari luar negeri. “Kalau di negara lain sudah dinamakan makanan sampah, tapi di sini menjadi kegemaran kita. Makanan impor semuanya pada senang,” kritik Jokowi. (*)