Jokowi Singgung Kasus Korupsi Saat Resmikan Pengoperasian Sinyal BTS 4G Bakti
Peluncuran SATRIA-1 pada tanggal 19 Juni 2023 di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat yang disaksikan dari Jakarta. (ANTARA/HO-Kemenkominfo)
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (28/12) untuk meresmikan Pengoperasian Sinyal Base Transceiver Station (BTS) 4G Bakti serta Integrasi Satelit Satria-1,
"Kita (pemerintah) sudah membangun berbagai infrastruktur konektivitas. Kita juga membangun tol langit agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang setara dunia digital, termasuk dalam pembangunan BTS. Masalahnya ada problem. Korupsi," kata Jokowi.
Baca Juga:
Kasus BTS, Eks Dirut Bakti Kominfo Divonis 18 Tahun Penjara
Korupsi yang dimaksud Kepala Negara yakni yang melibatkan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam proyek BTS 4G.
Presiden mengungkapkan pada saat itu dirinya menyampaikan kepada Jaksa Agung agar persoalan korupsi BTS 4G diselesaikan di wilayah hukum, dan pembangunan proyek tidak sampai terhenti.
"Karena biasanya kalau sudah ada masalah, apalagi yang namanya korupsi, langsung berhenti proyek-nya. Kalau nggak mangkrak, nggak bisa diteruskan,"ujarnya.
Saat itu, kata ia, Jaksa Agung menyatakan kesiapan-nya mendampingi secara administrasi proses hukum yang berjalan dan administrasi prosedur lain. Sehingga Kementerian Kominfo memiliki rasa percaya diri untuk meneruskan proyek BTS 4G.
"Sehingga yang di Kominfo juga bekerja lagi itu memiliki rasa percaya diri. Dan buktinya setelah dikejar empat bulan lebih sedikit juga bisa diselesaikan masalah-masalah yang ada, padahal menyangkut jumlah yang tidak sedikit," tutur Presiden.
Presiden mengingatkan, proyek BTS 4G dilakukan untuk kepentingan rakyat. Dia tidak ingin karena masalah korupsi proyek tidak dilanjutkan atau mangkrak.
"Jangan sampai ada masalah hukum, proyek-nya dihentikan. Proses hukumnya dilakukan, ini-nya (proyek-nya) tidak bisa diteruskan. Sudah uang-nya hilang, proyek-nya nggak berjalan, rugi kanan-kiri, semuanya rugi," tegasnya.
Jokowi bersyukur, kini sekitar 4.990 proyek BTS 4G sudah bisa diselesaikan meskipun masih ada 630 lokasi BTS 4G yang belum diselesaikan yakni yang berada di Tanah Papua.
"Memang di sana medan-nya juga sangat sulit, keamanannya juga perlu didampingi," jelas Presiden.
Baca Juga:
JPU Tolak Pledoi 3 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi BTS Kominfo
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Impor di Bea Cukai, Barang Bukti Rp 40,5 Miliar Disita
KPK Ungkap Skandal Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Terima Rp 800 Juta
KPK Pamerkan Uang Rp1 Miliar Hasil OTT Suap Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin
KPK Tetapkan Bos Pajak Banjarmasin sebagai Tersangka Kasus Restitusi Pajak
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
Konser Comeback BTS di Gwanghwamun Tayang Live Streaming di Netflix pada 21 Maret, Hadiah Lebaran buat ARMY Nih
Kejagung Lacak Jejak Riza Chalid, Diduga Masih Berada di Asia
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Interpol, Polri Sebut Bisa Ditangkap di 196 Negara