Jokowi Sebut Kunjungan Ke Australia dan PNG Dapat Meredam Konflik

Mula AkmalMula Akmal - Sabtu, 08 Juli 2023
Jokowi Sebut Kunjungan Ke Australia dan PNG Dapat Meredam Konflik

Presiden RI Joko Widodo disambut oleh Perdana Menteri (PM) Papua Nugini James Marape.(Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo(Jokowi) mengharapkan kunjungan ke Australia dan Papua Nugini (PNG) dapat meredam konflik dan keinginan kelompok tertentu.

"Saya sudah berbicara dari hati ke hati secara informal sehingga diharapkan dengan adanya kunjungan ke kedua negara bisa meredam konflik dan keinginan-keinginan tertentu, " harap Jokowi menjawab pertanyaan Antara di Jayapura, Jumat.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Resmikan Papua Street Carnival

Presiden seusai membuka Papua Street Carnival yang dipusatkan di kawasan Kantor Gubernur Dok II Jayapura mengatakan, dengan kunjungannya ke Australia dan PNG diharapkan dapat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, terutama mining, industri dan streaming atau hilirisasi serta menjalin hubungan baik dengan kedua negara.

"Apapun itu kedua negara baik Australia dan PNG sangat berpengaruh di region kita, " kata Jokowi.

Sementara itu ilmuwan dari Fakultas Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih Mariana Buinay secara terpisah mengaku, kunjungan Presiden Jokowi ke Australia dan PNG memberikan gambaran kepada teman-teman yang bergerak dengan ideologi mereka sendiri karena ingin lepas dari NKRI dengan alasan keadilan, pelanggaran HAM dan human right serta prospek perjuangannya ke depan.

Baca Juga:

Kondisi Presiden Jokowi Pascagempa Guncang Jayapura

"Kelompok-kelompok itu akan melihat apakah Indonesia mampu menciptakan keadilan untuk melakukan kerja sama dengan Australia misalnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia atau kerja sama di bidang ekonomi," katanya.

Begitu juga, katanya dengan kunjungan balasan ke PNG, apakah akan berdampak pada proses kesejahteraan lebih baik termasuk di segi pendidikan dan ekonomi di Papua.

"Mereka akan berpikir dengan perjuangannya, apakah tetap dengan ideologinya atau mengubah strategi ke depan misalnya memperjuangkan keadilan tidak melalui separatis tetapi turut serta dalam pendidikan dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi di daerah masing-masing, " kata Mariana. (*)

Baca Juga:

Jokowi Tak Ingin Dilihat Diam dalam Pembebasan Pilot Susi Air

#Australia #Papua Nugini (PNG) #Presiden Joko Widodo #Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Saat ini menjabat sebagai Managing Editor di Merah Putih Media, dengan rekam jejak kontribusi di The Straits Times, Indozone, dan Koran Sindo, serta pengalaman strategis di Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan DPRD DKI Jakarta. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Dito Ariotedjo ikut mendampingi Jokowi bertemu PM Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Saud membahas lobi penambahan kuota haji Indonesia tahun 2024.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Indonesia
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli meringankan yang diajukan Roy Suryo Cs dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Penerapan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice/RJ) dalam perkara tersebut mencerminkan arah kebijakan hukum pidana nasional di masa depan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dunia
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Sebagian besar wilayah Australia dilanda kondisi gelombang panas ekstrem.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Indonesia
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Dua tersangka kasus ijazah palsu menemui Jokowi di Solo, Kamis (8/1) sore. Lokasi kediamannya pun langsung disterilkan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Pemerintah Australia bagi-bagi uang untuk modal usaha. Uang tersebut kabarnya dititipkan ke Kementerian Agama RI. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]:  Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Indonesia
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Tim kuasa hukum tergugat hanya mengajukan satu alat bukti berupa salinan hasil pemindaian laporan polisi yang menyatakan ijazah sedang disita.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Bagikan