Jokowi Sebut 2021 Tidak Impor Beras, Ini Jenis Beras Yang Dibeli dan Masuk Indonesia
Presiden Jokowi mengendarai mesin tanam padi, di Trenggalek, Jatim, Selasa (30/11/2021) siang. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
MerahPutih.com - Ketersediaan kebutuhan beras nasional diklaim mencukupi sampai 2021. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, stok beras nasional masih aman sehingga pada tahun 2021 pemerintah belum melakukan impor beras.
Kementerian Perdagangan mengakui, jika impor beras umum yang dikeluarkan Kementerian Perdaganga terakhir kali diterbitkan pada 2018, yang diperuntukan untuk keperluan cadangan beras pemerintah. Ketersedian beras dalam negeri ini, dilakukan melalui optimalisasi serapan Perum Bulog untuk gabah dan beras petani sepanjang 2021.
Baca Juga:
Setelah Tanam Padi, Jokowi Pastikan Tak Ada Impor Beras Hingga Akhir Tahun
"Izin yang kita terbitkan selama tahun 2019, 2020 dan 2021 relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri," kata Mendag Muhammad Lutfi di Jakarta, Rabu (1/12).
Beras tersebut antara lain beras khusus untuk keperluan hotel, restoran, kafe (horeka), dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia, seperti Basmati, Japonica, Hom Mali, beras khusus untuk keperluan penderita diabetes seperti beras kukus, dan beras pecah 100 persen untuk keperluan bahan baku industri.
Pada 2019, 2020 dan 2021, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan tidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum.
Pemerintah klaim Mendag, akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasional untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar, terutama di saat pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan, dengan selalu memberikan perlindungan bagi petani dan penyerapan hasil produksi dalam negeri.
Selain itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan akan selalu berupaya untuk menjaga stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), terutama saat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
"Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjamin ketersedian dan stabilisasi harga," ujar Mendag.
Saat melakukan penanaman padi bersama petani di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), Selasa (30/11) Jokowi menegaskan, pemerintah tidak melakukan impor beras.
"Kita tahu bahwa tahun ini, tahun 2021 sampai hari ini kita belum melakukan impor beras sama sekali. Dan kenyataannya stok kita masih pada posisi yang sangat baik," ujar Presiden Joko Widodo. (Asp)
Baca Juga:
Beragam Jenis Beras dari Seluruh Dunia
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan 870 Hektare Buat Tanaman Perkebunan
Kemendag Klaim Harga MinyaKita Berangsur Turun, Tapi Masih di Atas HET
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Indonesia Ekspor Perdana 23 Ton Durian Beku ke China dengan Nilai Rp 2 Miliar
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Kemendag Terima 7.887 Laporan Konsumen Sepanjang 2025, 99 Persen Ditangani
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Kementan Gagalkan Penyelundupan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal, DPR: Lindungi Petani Lokal