Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pemkot Solo Hanya Mampu Bayar Angsuran Premi Sampai Mei

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 20 Mei 2020
Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pemkot Solo Hanya Mampu Bayar Angsuran Premi Sampai Mei

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku pada awal Juli. Adanya kenakan iuran BPJS Kesehatan tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kelimpungan.

Bahkan, Pemkot Solo hanya dapat membayar angsuran premi hingga bulan Mei akibat anggaran APBD habis terserap dalam penanganan jaringan pengaman sosial (JPS) COVID-19.

Baca Juga:

Iuran BPJS Naik Saat Rakyat Kena Hantam COVID-19, DPR: Negara Kita Memang Beda

"Anggaran APBD 2020 Pemkot Solo saat ini hanya cukup membayar angsuran premi hingga bulan Mei saja. Sedangkan untuk bulan Juni, kami tidak memiliki anggaran untuk membayar angsuran premi BPJS Kesehatan," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (20/5).

Rudy menegaskan kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di tengah pendemi COVID-19 tidak selayaknya dilakulan. Hal tersebut mengacu pada daerah yang anggaran APBD tahun ini sudah terkuras habis dalam penanganan COVID-19.

"Kondisi keuangan APBD Pemkot Solo memang seperti ini. Kami tak sanggup lagi bayar kenakan iuran BPJS Kesehatan," kata dia.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)
Warga mengantre pelayanan di kantor BPJS Kesehatan, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Rudy mengatakan Pemkot Solo telah melayangkan surat pada kantor BPJS Kesehatan di Jakarta. Surat yang dilayangkan yakni berisikan kesanggupan Pemkot Solo membayar premi hanya sampai Mei. Bulan Juni tidak ada anggaran lagi.

"Berdasarkan putusan MA (Mahkamah Agung) pada bulan Januari hingga bulan Juni, kami diwajibkan membayar Rp42.000 per orang. Lalu pada bulan Juli sampai Desember, nominal yang dibayarkan yakni Rp25.500," papar dia.

Baca Juga:

Guru Besar UNS Kritik Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tengah Pandemi

Dalam surat tersebut, kata dia, Pemkot Solo menawarkan dua solusi pada BPJS Kesehatan pusat. Solusi pertama yakni membayar kekurangan pembayaran premi pada tahun 2021. Solusi kedua yakni dibahas di APBD Perubahan dengan catatan dibayarkan sebelum bulan Juli.

"Anggaran APBD Perubahan biasanya efektif bisa digunakan setelah bulan Juli. Jadi harus ada solusinya karena kondisi keuangan daerah menipis," kata dia.

Rudy menambahkan, selama ini Pemkot membayar premi BPJS bagi masyarakat miskin dan rentan miskin yang tidak tertutup oleh pemerintah pusat. Totalnya ada 139.000 masyarakat miskin dan rentan miskin dengan anggaran puluhan miliar. (Ism)

Baca Juga:

Dinilai Bentuk Pelanggaran Hukum, Perpres Kenaikan Iuran BPJS Akan Digugat

#Kota Solo #BPJS Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
BPJS Kesehatan menegaskan tidak ada kebijakan penggantian atau reimburse biaya transportasi pasien rujukan. Simak klarifikasi resmi terkait informasi viral di Threads.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
Indonesia
BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 Triliun Tiap Bulan, DPR Minta Evaluasi Total
Persoalan defisit tidak boleh dipandang sebagai masalah rutin yang cukup diatasi melalui suntikan dana jangka pendek. 

Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 Triliun Tiap Bulan, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
BPJS Kesehatan Jebol Rp 2 Triliun Sebulan, DPR Bongkar Carut Marut Data PBI Kemensos
Akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi persoalan utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
BPJS Kesehatan Jebol Rp 2 Triliun Sebulan, DPR Bongkar Carut Marut Data PBI Kemensos
Indonesia
Efek Berantai Tekanan Ekonomi Jika Iuran BPJS Kesehatan Jadi Dinaikkan
Wacana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan menuai polemik.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Efek Berantai Tekanan Ekonomi Jika Iuran BPJS Kesehatan Jadi Dinaikkan
Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Menkes Budi Gunadi Jamin Pasien PBI BPJS Kesehatan Tetap Dilayani, Jangan Takut Ditolak Rumah Sakit
Sesuai hasil rapat konsultasi, negara wajib membayarkan iuran bagi 11 juta warga tersebut untuk semua jenis layanan kesehatan, termasuk penyakit kronis
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Menkes Budi Gunadi Jamin Pasien PBI BPJS Kesehatan Tetap Dilayani, Jangan Takut Ditolak Rumah Sakit
Indonesia
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan Diklaim Percepat Layanan
Terkait skema pembiayaan bagi bayi yang baru lahir, saat ini memang BPJS Kesehatan sedang melakukan proses pendalaman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan  Diklaim Percepat Layanan
Indonesia
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan bayi baru lahir dari orang tua yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) otomatis menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Indonesia
Wacana Platform INAku, Janjikan Anak Baru Lahir Langsung Jadi Anggota Aktif BPJS Kesehatan
INAku bertujuan mengintegrasikan layanan kelahiran dengan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Wacana Platform INAku, Janjikan Anak Baru Lahir Langsung Jadi Anggota Aktif BPJS Kesehatan
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Bagikan