Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Paling Korup Versi OCCRP
Presiden ke-7 RI Joko Widodo masuk daftar pemimpin paling korup versi OCCRP. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
MerahPutih.com - Joko Widodo, Presiden ke-7 Indonesia, masuk daftar pemimpin dunia paling korup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
OCCRP adalah lembaga jurnalis investigasi yang berdedikasi untuk mengungkap kejahatan terorganisir dan korupsi di seluruh dunia. Didirikan pada 2007, OCCRP bekerja sama dengan sejumlah media dan jurnalis independen untuk menghasilkan laporan investigatif yang mendalam dan komprehensif.
Hasil kerja OCCRP telah menerima berbagai penghargaan internasional dan prestisius atas kontribusinya dalam jurnalisme investigatif, termasuk mengungkap skandal keuangan berskala besar dan korupsi lintas negara.
Dalam laporan terbaru mereka, OCCRP membuka sejumlah nama yang masuk kategori "Person of the Year 2024" untuk kejahatan terorganisir dan korupsi.
Presiden Suriah, Bashar Al Assad, yang telah digulingkan, menempati posisi teratas dalam daftar ini.
Baca juga:
Lukisan Raja Bermahkota Jawa ‘Diberedel’, Jokowi: Negara Demokrasi Kritikan Seniman Kita Hargai
Nama-nama lain yang disebutkan termasuk Presiden Kenya, William Ruto; Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu; mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina; dan pengusaha India, Gautam Adani.
Menurut OCCRP, penilaian ini didasarkan pada nominasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk juri, jurnalis, dan masyarakat umum.
"Kami meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP," tulis laporan tersebut yang dirilis pada Selasa (31/12).
Finalis yang memperoleh suara terbanyak tahun ini adalah:
- Presiden Kenya, William Ruto
- Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo
- Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu
- Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina
- Pengusaha India, Gautam Adani
Drew Sullivan, penerbit OCCRP, menegaskan bahwa korupsi merupakan bagian mendasar dari upaya merebut kendali negara dan memperkuat pemerintahan otokratis.
Ia menyatakan bahwa pemerintahan yang korup cenderung melanggar hak asasi manusia, memanipulasi pemilu, dan menjarah sumber daya alam, yang pada akhirnya menciptakan ketidakstabilan dan konflik.
"Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang penuh kekerasan atau revolusi berdarah," tegas Sullivan. (Pon)
Baca juga:
Ramai Penolakan PPN 12 Persen, Jokowi Justru Dukung Pemerintah
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu