Jokowi Kritik Penanganan Sampah, Gibran Pamer PLTSa di Solo

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Desember 2022
Jokowi Kritik Penanganan Sampah, Gibran Pamer PLTSa di Solo

PLTSa Putri Cempo, Mojosongo, Solo. MP/Ismail

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo mengkritik hingga saat ini belum ada pemerintah daerah (pemda) berhasil menuntaskan persoalan sampah.

Salah satunya, program penanganan sampah di Solo dengan pengadaan insenerator yang sudah dimulainya sejak 20 tahun lalu belum bisa terselesaikan.

Baca Juga:

Jokowi Sentil Para Gubernur Tidak Bisa Selesaikan Masalah Sampah

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka angkat suara dengan menegaskan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Mojosongo, Solo sudah jadi.

"PLTSa Solo wis dadi (sudah jadi). Dioperasikan segera tunggu wae," kata Gibran usai apel pasukan pengamanan Nataru di Mapolresta Surakarta, Kamis (22/12).

Gibran mengaku ogah dicontoh kepala daerah lain dalam menangani sampah menbangun PLTSa. Dia memastikan jika PLTSa terbukti ampuh mengurangi sampah di Solo.

Berkurang banyak banget sampah di Solo, Operasi PLTSa di Solo bertahap. Kemudian soal masih adanya kekurangan sampah untuk bahan baku PLTSa Putri Cempo, Gibran menegaskan sudah ada solusi.

"Kekurangan bahan baku sampah PLTSa sudah kita koordinasikan dengan pemda di Soloraya," katanya.

Gibran mengatakan, saat ini proses uji coba PLTSa sudah dilakukan. Hasilnya baik dan tidak ada masalah.

Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) Elan Syuherlan mengatakan, selaku operator PLTSa, sejauh ini perkembangannya masih konstruksi dan sedang sertifikasi laik operasi dengan PLN.

"Sampah yang diolah PLTSa Putri Cempo 545 ton per hari. Pengolahan bahan baku 40 sampah baru dan 60 persen sampah lama. Masih sama seperti rencana awal," kata Elan.

PLTSa Putri Cempo diklaim mampu memproduksi 8 megawatt listrik/hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 megawatt akan disalurkan ke PLN, sementara 3 megawatt lainnya akan digunakan sendiri oleh PLTSa Putri Cempo. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Mahasiswa ITB Ubah Sampah Plastik Menjadi Listrik

#Sampah
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Warga diminta memilah sampah dari rumah.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Indonesia
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
TPST Bantargebang akan mengolah sampah menjadi energi. Program ini ditargetkan rampung pada 2028.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Xi'an China adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Bagikan