Jokowi-JK Kuasai Pilpres di Luar Negeri, Kecuali Timur Tengah

Misdam -Misdam - - Minggu, 13 Juli 2014
Jokowi-JK Kuasai Pilpres di Luar Negeri, Kecuali Timur Tengah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POLITIK MP - Pasangan Jokowi - JK menguasai perolehan suara dari luar negeri untuk Pilpres 2014, kecuali dari beberapa negara di Timur Tengah dan Myanmar yang dimenangkan pasangan Prabowo - Hatta.

Dari pemantauan suara di luar Indonesia, pasangan Prabowo-Hatta Rajasa sejauh ini hanya menang di beberapa negara seperti  Kuwait, Qatar, Bahrain, serta juga di Myanmar. Sisanya dari penghitungan suara yang sudah dilakukan di 37 negara, dimenangkan oleh pasangan Jokowi - Jusuf Kalla.

ABC mendapatkan rincian data ini dari Indonesia Diaspora Network (IDN) Global, jaringan warga Indonesia yang berada di luar negeri. Menurut IDN, jumlah suara ini masih belum termasuk suara yang dikirim lewat pos maupun drop box yang penghitungannya akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Semua hasil dari luar negeri ini kemudian akan diumumkan bersamaan dengan hasil resmi di Indonesia oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Juli mendatang.

Dari pengumpulan data yang dilakukan IDN di lima negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika, Jokowi - JK hanya menang di Arab Saudi dengan suara tipis, 2646 suara (52,05 %) sedangkan Prabowo-Hatta mendapatkan 2438 (47,95%) dan juga di Nairobi (Kenya) dimana 171 orang memilih Jokowi dan 83 orang memilih Prabowo.

Di Kuwait, Qatar, dan Bahrain, Prabowo menang masing-masing dengan 837 suara (55,9 %), 2087 (56,9%) dan 213 (52,46%).

Di Myanmar, pasangan Prabowo-Hatta juga menang dengan mendapatkan 229 suara (52,52%).

Sisanya di berbagai negara lain, Jokowi-Jusuf Kalla rata-rata menang telak dengan persentase kemenangan berkisar dari 53 persen sampai 93,80 persen.

Di Dili, Timor Leste, dari 1110 suara yang masuk, 789 suara menghendaki Jokowi menjadi Presiden Indonesia berikutnya, sementara 321 orang menentukan pilihannya untuk Prabowo.

Di negara dengan pemilih besar seperti Singapura, yang sudah menghitung 22.185 suara, Jokowi mendapatkan 80,98% suara yaitu 17.965. Hal serupa juga terjadi di Taipei, Hongkong, dan China.

"Hasil pemantauan selama Pilpres 2014 menunjukkan antusiasme besar di kalangan Diaspora Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya. Hal ini terlihat dengan jumlah partisipasi yang lebih tinggi ketimbang saat pemilu legislatif tahun ini. Semangatnya diaspora Indonesia untuk berpartisipasi dalam proses politik ini diharapkan menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan voters turnout pemilih di luar negeri ke depan," demikian rilis IDN yang diterima oleh wartawan ABC International, L. Sastra Wijaya.

 

#Pilpres #Politik
Bagikan
Ditulis Oleh

Misdam -

Berita Terkait

Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
KPK mengungkap dugaan intervensi politik dalam kasus outsourcing di Pemkab Pekalongan. Pegawai outsourcing disebut diduga diarahkan mendukung Fadia Arafiq dalam pilkada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin santer terdengar.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Indonesia
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
KPK mengusulkan klausul kaderisasi dalam pencalonan presiden hingga kepala daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak pemimpin berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
Indonesia
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Ketua IM57+ Institute periode 2021-2024 ini menilai, usulan KPK tersebut memiliki dasar yang kuat, baik secara teori maupun praktik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Indonesia
Cegah Korupsi Politik, KPK Usul Masa Jabatan Ketua Umum Partai Dibatasi 2 Periode
KPK usulkan ketua umum partai maksimal 2 periode untuk cegah korupsi politik. Simak 16 rekomendasi lengkap perbaikan parpol.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Cegah Korupsi Politik, KPK Usul Masa Jabatan Ketua Umum Partai Dibatasi 2 Periode
Indonesia
Bukan Cuma Janji, PKB Tekankan Peran Partai Hadir untuk Masyarakat
PKB Jakarta Barat menekankan peran penting partai yang hadir untuk masyarakat. Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun lewat narasi politik saja.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Bukan Cuma Janji, PKB Tekankan Peran Partai Hadir untuk Masyarakat
Indonesia
Arahan Presiden Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD Dilakukan Tertutup
Prabowo menekankan, para Ketua DPRD yang hadir, meski berasal dari latar belakang politik berbeda, tetap memiliki semangat kebangsaan yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Arahan Presiden Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD Dilakukan Tertutup
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Seskab Teddy Kenalkan Istilah Inflasi Pengamat, Banyak Bicara Tanpa Data Tak Sesuai Bidang
Istilah baru yang diperkenakan Seskab itu merujuk kepada banyak pihak yang memberikan analisis di berbagai bidang tanpa didukung latar belakang maupun data yang sesuai fakta.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Seskab Teddy Kenalkan Istilah Inflasi Pengamat, Banyak Bicara Tanpa Data Tak Sesuai Bidang
Bagikan