Beruntung, 5 Orang Terima 'Angpau' Setara 100 Sepeda dari Jokowi
Presiden Joko Widodo bersama lima peserta perayaan Imlek Nasional 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (7/2) (MP/Rizki Fitrianto)
TAHUN Baru Imlek untuk orang keturunan Tiongkok jatuh pada Selasa (5/2). Meski demikian, kemeriahan Imlek masih bisa dirasakan hingga hari ini.
Tengok saja perayaan Imlek Nasional yang diadakan di JIExpo dari Kamis (7/2) hingga Sabtu (9/2) mendatang. Pembukaan Imlek semakin berwarna dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Sebelum Jokowi tiba di venue, ruangan berukuran 22.000 meter persegi tersebut dipadati oleh "lautan merah". Benar. Sebagian besar orang yang hadir di acara tersebut menggunakan baju berwarna merah. Seperti yang sudah diketahui, merah adalah warna khas Imlek.
Sesaat setelah naik ke atas panggung, Jokowi menyapa para hadirin dalam bahasa Mandarin. "Xian Nian Kuai Le," tuturnya dalam Bahasa Mandarin terbata-bata.
Sebagai seorang presiden, ia mengaku bahwa ia selalu belajar kebudayaan lokal. "Kalau saya datang ke Medan saya mengatakan Horas, kalau di Jawa Barat saya bilang Sampurasun, di Makasar aga kareba tetapi kadang saya suka lupa juga sih," ucapnya disusul tawa para hadirin.
Setelah mempraktikkan kemampuannya dalam bahasa daerah, Jokowi meminta para hadirin untuk maju ke depan. "Siapa yang bisa bahasa daerah, tunjuk tangan tetapi jangan minta sepeda ya," celetuknya.
Sontak beberapa orang mengangkat tangan dengan antusias. Dengan dibantu oleh timnya, ia mengundang lima orang naik ke atas panggung.
Kelima orang yang ditunjuk tak bisa menutupi kebahagiaannya. Mereka bahkan masih bersikap histeris saat sudah di atas panggung yang sama dengan Jokowi.
Di atas panggung, mereka tak menyia-nyiakan momen untuk berfoto bersama dengan Jokowi. Usai berswafoto, Jokowi pun mengetes satu persatu kemampuan mereka dalam Bahasa Daerah.
Beberapa orang menjawab pertanyaan orang nomor satu di Indonesia tersebut dengan gugup. Meski demikian, mereka bisa menjawab dengan baik.
Usai mendengar mereka unjuk kemampuan dalam bahasa daerah, Jokowi sedikit menyinggung perbedaan di Indonesia. "Inilah bangsa Indonesia. Kita harus sadar dan paham bahwa bangsa ini adalah bangsa besar yang didasari perbedaan," jelasnya.
Sebelum mereka turun dari panggung, Jokowi memberi kenang-kenangan untuk kelima orang tersebut. "Ini kenang-kenangan dari saya dengan sampul bertuliskan Istana Negara Republik Indonesia. Nilainya jauh lebih besar dibandingkan 100 sepeda," ucapnya. Setelah dibuka, di dalamnya ternyata terdapat foto Jokowi dengan mereka berlima. (Avia)
Bagikan
Berita Terkait
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi