MerahPutih.com - Rumor meninggalnya pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un dinilai tak berdampak secara langsung ke Indonesia. Pasalnya, hubungan diplomatik yang sudah berjalan lebih dari 50 tahun itu berjalan sangat baik.
"Hubungan Korut dan Indonesia cukup baik, bahkan dapat dianggap tidak ada masalah karena punya sejarah yang cukup baik mulai zaman Presiden Soekarno," kata pengamat intelijen dan keamanan Stanilaus Riyanta kepada MerahPutih.com di Jakarta, Senin (27/4).
Baca Juga
Kim Jong Un Sakit Keras, Korea Utara Akan Dipimpin Perempuan?
Stanislaus melanjutkan, jika ada suksesi kepemimpinan di negeri komunis itu, Indonesia tak akan terkena imbasnya.
"Siapapun pemimpin Korut mereka tidak ada masalah dengan Indonesia karena sudah ada sejarah yang baik antara Korut dengan Indonesia," ungkap Stanislaus.
Ia melihat, rumor meninggalnya pria berusia 38 tahun itu masih simpang siur. Publik sebaiknya menunggu dan hanya mempercayai informasi resmi dari pemerintah Korut.
Stanislaus yakin, Korut punya gaya tersendiri dalam berkomunikasi. Mereka punya aturan yang ketat terkait informasi apa yang bisa diperoleh publik maupun tidak.
"Saat ini isu terkait meninggalnya Kim Jong Un sangat kuat namun belum ada informasi resmi dari Pemerintah Korut," tutup anggota program doktoral kajian ilmu Intelijen UI ini.
Seperti diketahui, beredar kabar pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal dunia karena masalah jantung. Namun laporan tersebut masih belum terkonfirmasi oleh otoritas Korea Utara.
Seperti dilansir New York Post, Minggu (26/4), kabar meninggalnya Kim berasal dari siaran TV Hong Kong, Hong Kong Satellite Television (KHSTV).
Seorang wakil direktur HKSTV mengatakan, jaringan siaran yang didukung Beijing di Hong Kong, mengklaim bahwa Kim sudah meninggal, dengan mengutip "sumber yang sangat solid". Informasi tersebut dikabarkan viral di media sosial menurut laporan di International Business Times.
Laporan lain yang belum dikonfirmasi, dikaitkan dengan sumber-sumber senior partai di Beijing, mengatakan operasi untuk memasukkan stent salah karena tangan ahli bedah gemetar begitu parah.
China mengerahkan sebuah tim yang juga beranggotakan beberapa pakar medis ke Korea Utara. Pengerahan ini disebut bertujuan untuk membantu memberikan saran kepada pemimpin Korut, Kim Jong-Un, yang belakangan ramai dikabarkan sedang sakit.
Baca Juga
Kim Jong Un Bertemu Putin Bahas Kebuntuan Program Denuklirisasi Pyongyang
Sementara, pemerintah Korea Selatan menyebut Kim masih "hidup dan sehat".
"Posisi pemerintah kita tegas," ujar Moon Chung-in, penasihat kebijakan luar negeri utama Presiden Korea Selatan Moon Jae-In, kepada CNN Internasional, dikutip Senin (27/4).
"Kim Jong Un masih hidup dan sehat. Dia telah tinggal di daerah Wonsan sejak 13 April. Sejauh ini tidak ada gerakan mencurigakan yang terdeteksi," pungkasnya. (Knu)

