JETCO Bukti Komitmen Indonesia - Inggris

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 26 Februari 2022
JETCO Bukti Komitmen Indonesia - Inggris

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Secretary of State for International Trade of the United Kingdom Anne-Marie Trevelyan. (Foto: dok. Humas Kementrian Perdagangan RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INGGRIS mengakui kesiapannya untuk membantu maksimalkan bidang perdagangan para negara berkembang, khususnya Indonesia, komitmen ini dibuktikan dengan terjadinya penandatanganan Joint Economic and Trade Committee (JETCO).

Pertemuan pertama JETCO telah terselenggara Jakarta, Rabu (23/2/2022), dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, dihadiri oleh Secretary of State for International Trade of the United Kingdom Anne-Marie Trevelyan. Dalam pertemuan ini sebagai lawatan pertama Menteri Perdagangan Inggris Trevelyan ke Indonesia setelah dilantik pada 15 September 2021 lalu.

Baca Juga:

Atase Perdagangan Indonesia di Den Haag Promosikan 36 Varietas Kopi Indonesia

dagang
Kunjungan ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Inggris untuk meningkatkan hubungan perdagangan yang lebih kuat. (Foto: dok. Humas Kementrian Perdagangan RI)

“Kunjungan ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Inggris untuk meningkatkan hubungan perdagangan yang lebih kuat pascapandemi COVID-19, serta menggali potensi kerja sama kedua negara,” jelas Mendag Lutfi.

JETCO merupakan forum dialog tingkat menteri antara Indonesia dan Inggris untuk mendorong hubungan perdagangan dan investasi kedua negara melalui peningkatan kerjasama. Komitmen ini dibentuk melalui nota kesepahaman yang ditandatangani kedua Menteri pada April 2021 sebagai tindak lanjut rekomendasi Joint Trade Review (JTR) Indonesia-Inggris.

Menteri Anne-Marie Trevelyan dalam wawancara secara daring mengungkapkan bahwa Inggris berupaya dan memikirkan bagaimana kita bisa meningkatkanperdagangan dengan kawasan luar biasa ini, termasuk dengan negara berkembang yang ekonominya tumbuh. Inggris ingin menjadi Pusat hubungan perdagangan.

Dia menyoroti pentingnya kerja sama yang berkaitan dengan pencapaian tujuan netral karbon atau net zero. Inggris memimpin dengan upaya transisi infrastruktur dan produksi energi untuk beberapa tahun ke depan. Indonesia-Inggris membentuk dua kelompok kerja sektoral, yakni Sectoral Working Group on Food, Beverages, and Agriculture dan Sectoral Working Group on Renewable Energy and Green Growth.

Untuk Sectoral Working Group on Food, Beverages, and Agriculture ini di pihak Indonesia akan dipimpin oleh Kementerian Pertanian. Sementara delegasi untuk Sectoral Working Group on Renewable Energy and Green Growth akan dipimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain kedua Kementerian tersebut, beberapa kementerian dan lembaga terkait lainnya juga turut diundang dan hadir pada pertemuan pertama JETCO, di antaranya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Baca Juga:

Perdagangan Aset Kripto Mulai Diamankan dari Pencucian Uang

dagang
Inggris ingin bekerja sama untuk mengidentifikasi hambatan pasar sehingga dapat meningkatkan perdagangan dan kemitraan kedua negara (Foto: dok. Humas Kementrian Perdagangan RI)

“Pembentukan dua kelompok kerja sektoral tersebut merupakan langkah awal setelah kedua negara mengidentifikasi sektor-sektor potensial untuk dikerjasamakan. Diharapkan setelah pertemuan ini, kedua kelompok kerja sektoral tersebut dapat segera bertemu dan mendiskusikan peluang kerja sama yang kongkret,” jelas Mendag Lutfi.

“Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar dan dipercaya menjadi negara adidaya untuk energi bersih dan terbarukan. Untuk itu, Inggris siap membantu dalam bidang tersebut dengan membawa teknologi inovatif. Pemerintah Inggris mendukung penuh upaya Indonesia untuk mewujudkan potensi tersebut dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan semua komitmen,” terang Sekretaris Trevelyan.

Sekretaris Trevelyan juga menyampaikan, kerja sama untuk produk makanan dan minuman, serta komoditas pertanian juga memiliki peluang untuk terus ditingkatkan. “Kami ingin bekerja sama untuk mengidentifikasi hambatan pasar sehingga dapat meningkatkan perdagangan dan kemitraan kedua negara,” imbuhnya.

Nilai perdagangan Inggris dan Indonesia mencapai 2,6 miliar poundsterling, lebih dari Rp50 triliun. Namun, capaian ini seharusnya bisa lebih tinggi. Pada periode 2021, ekspor Indonesia ke Inggris tercatat sebesar USD 1,5 miliar (Rp21,5 triliun)sedangkan impor Indonesia dari Inggris sebesar USD 1,1 miliar (Rp157 triliun). Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Inggris pada 2021 adalah produk pertukangan dan bahan bangunan rumah dari kayu; alas kaki dengan sol karet, plastik, kulit, maupun kain; minyak kelapa sawit dan fraksinya; alas kaki dengan sol luar karet, plastik, kulit samak, atau kulit komposisi dengan bagian atas bahan tekstil; serta kayu lapis.

Sementara impor utama Indonesia dari Inggris pada 2021 adalah kertas atau kertas karton yang dipulihkan; sisa dan skrap fero dari besi dan baja; obat-obatan; perangkat listrik untuk jaringan telepon; dan keran, klep, katup dan peralatan semacam itu untuk pipa. (DGS)

Baca Juga:

Larangan Ekspor Bahan Mentah Bikin Neraca Perdagangan Indonesia Surplus

#Perdagangan Bebas #Neraca Perdagangan #Menteri Perdagangan #Perdagangan Indonesia #Kementerian Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal
Indonesia
Kemendag Panggil MAP Group, Klarifikasi Aduan Konsumen Promo Buy 1 Get 1
Promo Buy 1 Get 1 MAP Group kini diadukan konsumen. Kemendag pun meminta klarifikasi soal tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Kemendag Panggil MAP Group, Klarifikasi Aduan Konsumen Promo Buy 1 Get 1
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Indonesia
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Minggu, 09 Agustus 2026
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Indonesia
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 terus diperkuat untuk mendukung swasembada energi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Berita
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Kemendag merespons soal kompensasi pemadaman listrik PLN. Namun, hal itu masih menunggu hasil investigasi Bareskrim Polri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Bagikan