Jerry Hermawan Lo: Investor Harus Bisa Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 27 Agustus 2021
Jerry Hermawan Lo: Investor Harus Bisa Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan

Acara ground breaking JHL Land. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

OWNER JHL Group, Jerry Hermawan Lo menyampaikan beberapa kunci penting yang membuat bisnis suatu negara akan maju. Hal tersebut disampaikannya dalam acara ground breaking JHL Land di Perkebunan Vanili, Tanjung Lesung, Provinsin Banten, Jumat (27/8).

JHL Land membuat proyek besar di tanah seluas 200 hektar di kawasan Tanjung Lesung. Mereka akan membuat perkebunan vanili terbesar serta 500 vila yang menawarkan pemadangan indah. PT Jaya Hunian Lestari akan mengelola vila estate, sedangkan PT Persaudaraan Anak Bangsa akan mengelola bagian plantation atau perkebunan vanili.

“Banten ini adalah kampung kedua saya. Jadi saya dan istri ingin sekali membangun suatu usaha di kampung halaman ini. Mudah-mudahan dengan ini saya wujudkan cita-cita saya supaya kami dapat berkembang dan membantu rakyat sekitar,” kata Jerry.

Baca juga:

JHL Group Donasikan 2.000 Vaksin Sinovac untuk Masyarakat Tanjung Lesung

JHL Land
Jerry Hermawan Lo bersama jajaran pemerintah setempat. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Menurut Jerry ada beberapa faktor yang membuat negara dan bisnis akan maju, yakni sumber daya alam, infrastruktur, sumber daya manusia, kepastian hukum, dan yang paling penting adalah investor.

“Sumber daya alam kita melimpah ruah di sini. Sumber daya alam kita di sini luar biasa suburnya. Infrastruktur seperti yang kita ketahui sudah diakui oleh dunia. Mereka tidak akan ragu berinvestasi di sini. Sumber daya alamnya bagus, infrastrukturnya bagus. Dan kami sebagai investor sangat mengharapkan kepastian hukum,” kata Jerry.

Menurut Jerry kepastian hukum pada undang-undang atau izin yang diberikan selalu ada kata-kata 'bilamana'.

“Nah ini yang membuat kita jadi tidak pasti karena 'bilamana' ini terjadi, bilamana kemudian hari, bilamana terjadi ini, dan sebagainya, jadi itu tidak ada satu kepastian hukum. Karena kepastian hukum itu tidak ada kata-kata bilamana. Lebih baik bermusyawarah daripada bilamana, karena bilamana ini rancu buat investor,” ujar Jerry.

Baca juga:

Rahasia Sukses Jerry Hermawan dalam Bisnis Mobil Jeep

JHL Land
Vanili yang sudah panen. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Investor, lanjut Jerry, akan menjadi suatu kebaikan bagi semuanya dan sumber daya sendiri dapat dibina. Nantinya, Jerry berusaha sesering mungkin untuk berbicara kepada masyarakat lewat acara goreng singkong dan mengundang para pemuka agama di sana agar lebih terbuka dan bisa menerima.

“Jadi investor itu tidak melulu hanya dia yang untung, karena itu akan menimbulkan kerancuan dan kesenjangan sosial. Tentunya harus bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan,” kata Jerry.

“Tidak semua negara bisa menanam vanili karena cuacanya tidak cocok. Tapi Indonesia dari ujung ke ujung cocok buat vanili. Jadi setelah kita bangun perkebunan vanili di atas tanah 200 hektar ini, menjadi perkebunan vanili terbesar di dunia,” tutup Jerry. (and)

Baca juga:

Pesona Vila Vanili di Tanjung Lesung

#Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai tingginya imbal hasil instrumen keuangan belum cukup menopang rupiah. Ia mendorong BI mengubah bauran kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Bagikan