Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global

Ilustrasi perkantoran di Jakarta. (foto: Merahputih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang kuat meski dihadapkan pada berbagai tantangan global. Di tengah gejolak geopolitik yang terus berlangsung, DEN menilai perekonomian nasional masih jauh dari situasi krisis.

Penilaian tersebut disampaikan Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6).

Menurut Firman, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan periode krisis 1998.

Fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998. Berbagai indikator makro menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap solid dan berada jauh dari potensi krisis,

Anggota DEN, Mochammad Firman Hidayat.

Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Dinilai Stabil

Firman menjelaskan, salah satu indikator yang mencerminkan ketahanan ekonomi nasional adalah laju pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga.

Indonesia tercatat membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Selain itu, tingkat inflasi juga dinilai tetap terkendali dengan angka 3,08 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Menurutnya, kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi yang relatif stabil menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi domestik masih berada pada jalur yang positif.

Baca juga:

Presiden Prabowo Bertemu Luhut dan Chatib Basri Bahas Strategi Ekonomi, bukan Kursi Menkeu

Selain indikator makroekonomi, DEN juga menyoroti kondisi sektor korporasi yang dinilai jauh lebih siap menghadapi tekanan eksternal dibandingkan masa krisis ekonomi sebelumnya.

Firman mengatakan tingkat utang perusahaan dalam denominasi dolar AS saat ini jauh lebih rendah dibandingkan saat Indonesia menghadapi krisis pada 1998.

Data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan posisi utang luar negeri swasta pada triwulan I 2026 sebesar USD 191,4 miliar. Angka tersebut turun 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi itu, menurut Firman, mencerminkan kemampuan perusahaan-perusahaan nasional dalam mengelola risiko eksternal, termasuk gejolak nilai tukar.

"Jadi di tengah ketidakpastian yang terjadi, mereka (perusahaan) mestinya cukup bisa mitigasi," lanjutnya.

Baca juga:

Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027

Waspadai Dampak Gejolak Global pada Semester II

Meski optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional, DEN mengingatkan bahwa pemerintah dan pelaku usaha tetap perlu mewaspadai berbagai risiko global yang masih berkembang.

Firman menilai gejolak geopolitik internasional berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, sehingga berpotensi memengaruhi sejumlah sektor ekonomi.

Salah satu risiko yang menjadi perhatian utama adalah kenaikan harga energi dunia yang dapat berdampak pada peningkatan biaya produksi dan distribusi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini, terutama memasuki semester kedua tahun ini.

"Dan ini perlu diantisipasi nanti di semester kedua, tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya. Kemudian di tengah ketidakpastian global ini saya kira confidence harus kita terus perkuat," pungkasnya. (Pon)

#Dewan Ekonomi Nasional #Ekonomi #Krisis Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Ia merasa bahagia karena Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Berita
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Indonesia
Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp 94,9 Triliun
Semakin menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp  94,9 Triliun
Indonesia
Luhut Lapor ke Presiden Prabowo, Sebut GovTech Disempurnakan untuk Percepat Transformasi Digital Pemerintah
Penyempurnaan GovTech diarahkan untuk menghadirkan layanan pemerintahan yang semakin terintegrasi dengan dukungan data yang lebih akurat.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Luhut Lapor ke Presiden Prabowo, Sebut GovTech Disempurnakan untuk Percepat Transformasi Digital Pemerintah
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Pemerintah perlu melakukan antisipasi potensi dampak ekonomi, terutama terhadap pasokan energi, biaya logistik, dan aktivitas perdagangan nasional.
Frengky Aruan - Rabu, 15 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Prabowo Bertemu Dewan Ekonomi Nasional, Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Transformasi Digital
Presiden Prabowo Subianto menerima Luhut Binsar Pandjaitan dan Dewan Ekonomi Nasional di Bogor. Pertemuan membahas ketahanan ekonomi nasional hingga penyempurnaan GovTech.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Prabowo Bertemu Dewan Ekonomi Nasional, Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Transformasi Digital
Indonesia
Peringkat Utang Indonesia Tetap BBB, Komisi XI DPR Soroti Reformasi Fiskal dan Pajak
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia BBB dengan prospek stabil. DPR menilai pemerintah perlu memperkuat penerimaan negara dan reformasi fiskal.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Peringkat Utang Indonesia Tetap BBB, Komisi XI DPR Soroti Reformasi Fiskal dan Pajak
Indonesia
Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia
Purbaya mengimbau masyarakat menghindari kekhawatiran berlebih
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia
Olahraga
Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional Direncanakan Hadir di Kalimantan Selatan
Satu lagi, stadion baru dengan taraf internasional direncanakan hadir di Kalimantan Selatan
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional Direncanakan Hadir di Kalimantan Selatan
Bagikan