Kesehatan

Jenis Makanan Penyebab Vertigo yang Perlu Dihindari

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 24 Januari 2023
Jenis Makanan Penyebab Vertigo yang Perlu Dihindari

Waspada akan vertigo. (Foto: Unsplash/Nik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VERTIGO bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis tertentu. Penyebabnya paling sering adalah BPPV (kelainan pada telinga dalam). Meskipun begitu menganggu, kondisi ini bukanlah penyakit yang serius dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Baca juga:

Mewarnai Rambut Bisa Menyebabkan Mual

Vertigo bisa disebabkan oleh beberapa jenis makanan. (Foto: Unsplash/Motjaba)

Dilansir dari Alodokter, terdapat beberapa jenis makanan penyebab vertigo yang sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari. Hal ini untuk mengurangi atau menghilangkan jenis makanan ini dari menu sehari-hari yang diketahui dapat mencegah kambuhnya kondisi vertigo tersebut.

Salah satu upaya mencegah munculnya gejala vertigo adalah menghindari konsumsi makanan penyebab vertigo, karena makanan tersebut dapat menganggu keseimbangan cairan tubuh yang kemudian akan menganggu pusat keseimbangan dalam telinga. Berikut daftar jenis makanan penyebab vertigo:

1. Makanan tinggi garam

Rekomendasi asupan garam harian orang dewasa adalah sebanyak 5 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh. Asupan garam berlebihan bisa menyebakan ketidakseimbangan cairan yang memicu terjadinya vertigo.

Supaya vertigo tidak sering kambuh, dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi akan garam, seperti makanan cepat saji, makanan kalengan, keju, dan makanan ringan yang terasa gurih.

2. Makanan tinggi gula

Makanan penyebab vertigo selanjutnya adalah makanan manis atau banyak mengandung gula. Sama seperti garam, konsumsi makanan manis secara berlebihan bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan cairan, termasuk cairan di dalam telinga. Kondisi ini kemudian dapat menimbulkan keluhan vertigo.

Untuk mencegah kekambuhan vertigo akibat konsumsi makanan tinggi gula, kamu disarankan untuk membatasi asupan gula harian agar tidak lebih dari 50 gram per hari atau setara dengan empat sendok makan.

Baca juga:

Waspadai Overdosis Kafein

Makanan dan minuman yang mengandung kafein bisa jadi salah satunya. (Foto: Unsplash/Christina)

3. Kafein

Beberapa riset menyebutkan bahwa konsumsi kafein secara berlebihan bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami vertigo dan sakit kepala. Hal ini karena efek samping kafein berupa dehidrasi yang menyebabkan perubahan keseimbangan cairan tubuh yang akhirnya menimbulkan gejala vertigo.

Untuk mencegah gejala vertigo datang kembali, batasi konsumsi minuman dan makanan yang banyak mengandung kafein, seperti cokelat, teh, atau kopi.

4. Alkohol

Jika mengonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dan makanan beralkohol seperti tapai dan durian, bisa memengaruhi keseimbangan cairan dan menyebabkan dehidrasi. Kedua kondisi ini bisa memicu terjadinya vertigo.

Selain beberapa makanan di atas, MSG dan makanan tinggi kolesterol juga diduga bisa menyebabkan kekambuhan vertigo. Namun, hubungan keduanya sebagai penyebab vertigo masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Tetapi lebih baik untuk menghidarinya. (far)

Baca juga:

Jangan Malas Jaga Kesehatan Telinga

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan