Kesehatan

Jenis Madu yang Paling Banyak Dicari Selama Pandemi

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 12 Agustus 2021
Jenis Madu yang Paling Banyak Dicari Selama Pandemi

Kenali beberapa jenis madu yang paling banyak dicari di masa pandemi (Foto: Pixabay/fancycrave1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK pandemi, banyak masyarakat semakin peduli kesehatan dan giat mengonsumsi ragam vitamin/suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Madu menjadi salah satu yang paling diburu. Ini karena madu memiliki banyak manfaat, termasuk untuk meningkatkan imun hingga meminimalisir dan menyembuhkan berbagai penyakit.

Kembang Joyo, produsen produk perlebahan asli Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1998 mengatakan, bahwa secara umum, terdapat jenis madu yang banyak diburu selama pandemi. Di antara banyaknya jenis madu yang ada di pasaran, berikut 5 Jenis Madu yang paling banyak dicari selama pandemi berdasarkan data internal Kembang Joyo, seperti siaran pers yang diterima merahputih.com.

Baca Juga:

Waspada Madu Botol Abal-abal Asal Banten, Ternyata Kandungannya Gula dan Tetes Tebu

Madu sarang lebah

Madu sarang lebah cukup banyak diminati (Foto: Pixabay/mel_gama)

Madu ini disajikan utuh bersama-sama sarang lebahnya. Penyajian madu dalam sarang untuk memanjakan konsumen yang menyukai nilai estetik produk perlebahan dan menikmati sensasi mengambil madu langsung dari sarangnya.

Sarang madu dibuat sendiri oleh lebah madu dari kelenjar malam di bawah perutnya, serta dilapisi dengan propolis yang melindungi madu agar tetap terjaga kualitasnya.

Adapun manfaat mengunyah sarang berlapis propolis yang berisi madu yakni menambah imunitas tubuh, memberi energi ekstra, meringankan hidung tersumbat, meringankan pilek dan flu, meringankan sinusitis hingga meringankan radang selaput hidung.

Madu multiflora

Madu memiliki banyak manfaat bagi tubuh (Foto: Pixabay/stevepb)

Madu yang kedua yakni madu multiflora. Lebah menghasilkan madu multiflora dengan cara mengumpulkan nektar dari berbagai macam tanaman.

Madu berasal dari cairan manis yang dikeluarkan tanaman, cairan ini disebut dengan nektar. Nektar tanaman ini juga mengandung molekul bioaktif utama yaitu Flavonoid dan Polifenol.

Molekul bioaktif tersebut merupakan faktor penanggung jawab utama madu sebagai antioksidan. Masing-masing tanaman menghasilkan nektar yang mengandung molekul bioaktif yang mempunyai keunikan tersendiri.

Madu multiflora berasal dari nektar banyak jenis tanaman, jadi, tidak diragukan lagi karena madu terseut mengandung berbagai macam Flavonoid dan Polifenol yang pada akhirnya memberikan manfaat antioksidan bagi tubuh dengan lebih baik.

Madu kaliandra

madu
Madu mengandung kandungan antioksidan. (Foto: Pexels/ROMAN ODINTSOV)

Madu kaliandra diproduksi oleh lebah dengan cara mengumpulkan cairan manis (nektar) yang berasal dari bunga kaliandra merah (Calliandra calothyrsus).

Tanaman kaliandra tumbuh subur di daerah pegunungan yang terpencil, jauh dari areal pertanian sehingga menghasilkan madu organik yang bebas dari pestisida.

Madu kaliandra terkenal karena mempunyai antioksidan yang tinggi, yang kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid. Kandungan kedua senyawa ini lebih tinggi dibandingkan dengan madu randu dan madu karet. Seperti diketahui senyawa fenolik dan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas.

Baca Juga:

Apa Itu Madu Mentah dan Apa Bedanya dengan Madu Organik?

Madu super

Pilihlah madu yang berkualitas (Foto: Pixabay/hans)

Madu super mengandung semua zat esensial yang diperlukan tubuh mulai dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin bahkan enzim dan hormon terdapat dalam madu super. Sebuah produk unggulan dari Kembang Joyo.

Madu super diproduksi dengan cara meramu madu murni dengan Bee Pollen dan Royal Jelly. Kedua produk ini merupakan dua permata dari sarang lebah.

Bee Pollen menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan sangat kaya asam amino essensial. Bee Pollen telah terbukti bermanfaat sebagai anti jamur, antimikroba, antivirus, anti inflamasi, mendorong kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka.

Sementara Royal jelly sangat baik dalam mempertahankan kondisi kesehatan tubuh manusia. Hal ini tidak lepas dari sinergi antara berbagai zat yang terikat secara harmonis satu sama lain dan saling memperkuat efeknya.

Sejumlah manfaat Royal Jelly yang lain yakni melawan infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memulihkan dari kelelahan, menghambat proses penuaan, hingga meningkatkan kesehatan arteri.

Madu standar internasional

madu
Madu mengandung enzim. (Foto: Pexels/Valeria Boltneva)

Madu ini dipanen dari sarang madu yang benar-benar sudah matang, sehingga menghasilkan madu yang memenuhi persyaratan kualitas bagi perdagangan Internasional.

Madu yang berkualitas tentu harus memenuhi persyaratan mutu dan memberikan manfaat bagi kesehatan, sebagai contoh, kemampuannya menghasilkan enzim pencernaan.

Selain itu, hal penting yang terdapat pada madu Standard Internasional, yakni tingginya kandungan Enzim Diastase. Enzim ini hanya terdapat pada madu yang baru dipanen atau madu murni tanpa pengolahan, sehingga keberadaan enzim diastase dapat dijadikan indikator untuk melihat kemurnian madu.

Dengan tingginya kandungan enzim diastase dan beberapa enzim lain seperti invertase dan glukosa oksidase, tidak diragukan lagi madu standard Internasional memberikan manfaat lebih banyak bagi kesehatan tubuh manusia. (Ryn)

Baca Juga:

Manfaat Madu dan Lemon, Bisa Buat Diet

#Kesehatan #Madu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - 2 jam, 25 menit lalu
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan