Kesehatan

Apa Itu Madu Mentah dan Apa Bedanya dengan Madu Organik?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 19 Februari 2021
Apa Itu Madu Mentah dan Apa Bedanya dengan Madu Organik?

Madu mentah tidak sejernih madu biasa. (Foto: 123RF/Gosia Augustyn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MANUSIA menggunakan madu untuk makanan dan obat-obatan mungkin selama sekitar 8.000 tahun. Awalnya, orang menggunakan madu mentah. Namun, saat ini sebagian besar madu di rak supermarket telah diproses. Biasanya melalui pasteurisasi yang melibatkan pemanasan intensif. Banyak dari jenis madu olahan ini juga mengandung gula tambahan.

Banyak orang percaya bahwa madu mentah memberikan lebih banyak manfaat bagi kesehatan dibandingkan madu biasa. Lalu bagaimana dengan madu organik, apakah khasiatnya sama dengan madu mentah?

Baca juga:

Madu, Alternatif Tepat Pengganti Antibiotik untuk Batuk dan Pilek

Madu mentah berasal langsung dari sarang lebah. Peternak lebah biasanya hanya akan menyaring madu untuk menghilangkan serpihan kecil, termasuk serbuk sari, lilin lebah, dan bagian dari lebah yang mati. Mereka tidak mempasteurisasi madu tersebut.

Madu mentah tampak keruh atau buram karena mengandung sisa-sisa sarang lebah yang terlalu kecil untuk disaring. Namun, tetap aman untuk dimakan. Madu mentah cenderung memiliki lebih banyak variasi warna dan tekstur dibanding madu biasa. Warna madu mentah dapat berubah tergantung pada bunga apa yang diserbuki lebah.

Tidak ada bahan tambahan dalam madu mentah selain dari sarang lebah. (Foto: 123RF/kovalnadiya)

Apakah madu mentah itu organik? Tidak semua madu mentah bersifat organik. Madu organik mungkin masih mengalami pemrosesan dan pasteurisasi. Beberapa jenis madu organik memiliki label dengan segel organik Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA. Artinya, pertanian yang menghasilkan madu mengikuti pedoman organik USDA.

Oleh karena itu, jika seseorang mencari madu yang mengandung bee pollen dan bahan bermanfaat lainnya, mereka perlu memastikan bahwa labelnya menyatakan "mentah".

Sementara itu, madu biasa merupakan madu yang dipasteurisasi, bening, dan halus. Proses pasteurisasi memperbaiki penampilan madu, meningkatkan masa simpannya, dan membunuh sel ragi yang dapat memengaruhi rasa madu. Sebagian orang percaya bahwa pasteurisasi mengurangi jumlah antioksidan dan nutrisi dalam madu.

Baca juga:

Racun Sengatan Lebah Madu Dapat Membunuh Sel Kanker Payudara

Tidak ada penelitian besar mengonfirmasi madu mentah lebih bergizi daripada madu biasa. Meski begitu, beberapa penelitian kecil menunjukkan madu mentah mungkin menawarkan manfaat kesehatan tambahan.

Madu mentah mengandung komponen khusus yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Pasteurisasi dan proses lainnya dapat menghilangkan atau mengurangi beberapa elemen ini, yang meliputi:

1. Bee pollen yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi
2. Lebah propolis, zat seperti lem yang membantu menjaga sarang tetap bersama
3. Vitamin dan mineral tertentu
4. Enzim
5. Asam amino
6. Antioksidan

Perlu dicatat pula, selain berkurangnya elemen di atas, madu biasa juga sering mengandung gula atau aditif tambahan. Beberapa produk madu biasa mengandung pemanis tambahan, seperti sirup jagung fruktosa tinggi.

Tergantung makanan lebahnya, madu mentah punya banyak warna. (Foto: 123RF/Anna Nikonorova)

Studi menunjukkan beberapa produk berlabel "madu" mungkin bukan 100 persen madu asli, tetapi mengandung pemanis, seperti sirup beras merah. Madu mentah tidak mengandung bahan apapun selain madu dari sarang lebah.

Selain warna dan terksturnya yang lebih kasar, madu mentah bisa mengkristal lebih cepat dari madu biasa. Menempatkan toples madu ke dalam panci berisi air panas akan melelehkan kristal dan mengubahnya menjadi cairan lagi. Berhati-hatilah agar madu tidak terlalu panas karena dapat merusak sebagian nutrisinya.

Karena madu mentah mengandung bahan-bahan alami asli tanpa diolah, ini mungkin pilihan yang lebih baik bagi orang yang menggunakan madu karena alasan kesehatan. (aru)

Baca juga:

Manfaat Madu dan Lemon, Bisa Buat Diet

#Kesehatan #Madu #Obat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan